Selasa, April 21, 2026
spot_img
BerandaInternasionalPresiden Filipina Lakukan Perombakan Besar di Kabinet

Presiden Filipina Lakukan Perombakan Besar di Kabinet

Energi Juang News, Jakarta-Perombakan besar di kabinet dilakukan Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. Dia meminta 30 menteri mundur secara sukarela.

Bongbong menegaskan,  saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyelaraskan kembali pemerintah dengan harapan rakyat.

“Sudah saatnya menyelaraskan kembali pemerintah dengan harapan rakyat,” kata Bongbong, seperti dikutip GMA News.

“Masyarakat telah bersuara, dan mereka mengharapkan hasil, bukan politik, bukan alasan. Kami mendengar dan kami akan bertindak,” tambahnya.

Menurut Kantor Komunikasi Presiden (PCO), langkah ini menandai “transisi yang jelas” dari fase awal pemerintahan ke pendekatan yang lebih fokus dan berorientasi pada kinerja.

Bongbong telah menyampaikan bahwa meskipun banyak yang telah melayani negara dengan dedikasi dan profesionalisme, Filipina saat ini membutuhkan penyelarasan baru, eksekusi yang lebih cepat, serta pola pikir yang mengutamakan hasil.

Pengunduran diri ini, kata Bongbong, akan memberikan ruang baginya untuk menyalakan kinerja masing-masing kementerian dan menentukan siapa yang akan terus bertugas sesuai prioritas yang baru.

“Ini bukan tentang kepribadian. Ini tentang kinerja, keselarasan, dan urgensi. Mereka yang telah memberikan kinerja dan terus memberikan kinerja akan diakui. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Waktu untuk zona nyaman sudah berakhir,” ucap Bongbong.

Bongbong telah menyampaikan bahwa meskipun banyak yang telah melayani negara dengan dedikasi dan profesionalisme, Filipina saat ini membutuhkan penyelarasan baru, eksekusi yang lebih cepat, serta pola pikir yang mengutamakan hasil.

Pengunduran diri ini, kata Bongbong, akan memberikan ruang baginya untuk menyalakan kinerja masing-masing kementerian dan menentukan siapa yang akan terus bertugas sesuai prioritas yang baru.

“Ini bukan tentang kepribadian. Ini tentang kinerja, keselarasan, dan urgensi. Mereka yang telah memberikan kinerja dan terus memberikan kinerja akan diakui. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Waktu untuk zona nyaman sudah berakhir,” ucap Bongbong.

Baca juga :  Serang Pangkalan Udara AS di Qatar, Iran Kobarkan 'Kabar Kemenangan'

Pernyataan Bongbong ini muncul beberapa hari setelah ia mengatakan bahwa hasil pemilihan umum (pemilu) 2025 menunjukkan bahwa masyarakat lelah dengan politik dan kecewa terhadap pemerintah.

“Mereka kecewa dengan pelayanan pemerintah. Mereka tidak merasakannya, dan laju pembangunan proyek yang belum mereka rasakan terlalu lambat,” kata Bongbong pada Senin (19/5).

Sejauh ini, Menteri Perhubungan Vince Dizon, Menteri Pertanian Francisco Tiu Laurel Jr., dan Menteri Keuangan Ralph Recto telah mengumumkan bahwa mereka mengundurkan diri.

Sekretaris Departemen Anggaran dan Manajemen Amenah Pangandaman juga mengatakan akan mengajukan surat pengunduran dirinya.

PCO memastikan bahwa layanan pemerintah tidak akan tergantung selama proses transisi ini.

PCO juga menyatakan Bongbong akan memilih menteri-menteri baru atas dasar meritokrasi, demikian dikutip AFP.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments