Energi Juang News, Jakarta—Jika seseorang melakukan ritual pesugihan Gunung Kawi dan ingin berhenti konsekuensinya bisa lebih mengerikan.
Dikisahkan Rudi sudah kaya raya dengan menjalani perjanjian Pesugihan Gunung Kawi , bertahun tahun menjalaninya merasa keberatan dengan menyerahkan tumbal nyawa setiap tahun sebagai syaratnya.
Dihantui rasa bersalah ia berusaha memutus perjanjian itu, dia selalu dihantui kejadian aneh dan mengerikan.
Saat Rudi menemukan satu kenyataan mengerikan menghantamnya. berdasar cerita ibunya yang kehilangan suaminya yang sdh berpisah sebelum Rudi lahir. Pria yang ia korbankan ternyata ayah kandungnya sendiri, dengan cara tragis.
Ayahnya terlindas eskavator proyek,hingga tubuhnya hancur. Rudi tak kuasa merasa berdosa. Kakinya gemetar tubuhnya lunglai .
Pria yang selama ini tidak pernah tahu siapa Ayah kandungnya, telah mengorbankan ayahnya kandungnya sendiri sebagai tumbal Pesugihan anaknya.
Untuk dijadikan arwah gentayangan penunggu Gunung Kawi berwujud monyet menangis.
Setahun berikutnya, pada suatu pagi Rudi sedang mencuci muka di kamar mandi. Ketika matanya tanpa sengaja menatap kecermin. Untuk sesaat semuanya nampak normal.
Namun saat hendak berbalik ia melihat sesuatu yang membuatnya terdiam, bayangannya di cermin tidak ikut bergerak. Jantungnya seolah berhenti berdetak, gemetar. Ia berbalik perlahan memastikan bahwa itu hanya ilusi.
Tapi bayangan itu tetap diam menatapnya dengan tatapan kosong. Ia mengusap matanya, berharap semua kembali normal. Ternyata wajahnya sangat ia kenali. Pak Sukur tetangganya yang terkenal baik didesanya, menjadi tumbal kesekian kalinya.
Dan kemudian bayangan itu tersenyum, sontak Rudi tersentak mundur membuatnya tersandung terjatuh dari lantai dua rumahnya . Namun semua orang tahu ada sesuatu yang salah, kutukan ini belum sepenuhnya hilang.
Kutukan itu akan terus meneror keluarga itu karena mereka ikut menikmati hasil dari perjanjian terkutuk itu.
Itulah alasan mengapa makhluk-makluk itu tidak pernah berhenti menghantui bagi orang yang ingin terbebas dari kutukan darah. Waspadalah.
Redaksi Energi Juang News



