Minggu, Mei 24, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisKFC Indonesia Kantongi Kredit Ratusan Miliar dari Bank Mandiri

KFC Indonesia Kantongi Kredit Ratusan Miliar dari Bank Mandiri

Energi Juang News, Jakarta-PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang waralaba  KFC di Indonesia, mengantongi fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) sebesar Rp875 miliar.

Transaksi ini dilakukan oleh Fast pada 4 Juni 2025 dengan tiga akte perjanjian kredit.

Akta perjanjian pertama melalui perjanjian kredit investasi refinancing WCO.KP/1249/KI/2025 masing-masing Rp150 miliar serta Rp50 miliar dengan jangka waktu perjanjian kredit 10 tahun.

“Tujuan penggunaan refinancing aset eksisting perseroan berupa gerai dan restaurant support center milik perseroan,” tulis Direktur Fast Food Indonesia, Wachjudi Martono, di keterbukaan informasi pada Rabu (11/6/2025).

Akta perjanjian kedua yakni kredit term loan WCO.KP/1250/TLN/2025, sebesar Rp525 miliar. Tujuan kredit ini untuk refinancing aset eksisting perseroan.

Selanjutnya ketiga yakni kredit perjanjian modal kerja WCO.KP/1251/KMK/2025 dengan jangka waktu delapan tahun. Adapun limit fasilitas kredit ini sebesar Rp150 miliar untuk modal kerja perseroan. Kredit bersifat revolvingcommittedadvised dengan jangka waktu 1 tahun.

Sebelumnya, entitas pengelola gerai KFC itu juga telah mendapatkan suntikan dari emiten Anthoni Salim melalui PT Indoritel Makmur International Tbk (DNET) sebesar Rp40 miliar.

Suntikan modal itu dilakukan untuk Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) pada 28 Mei 2025.

“Perseroan telah melakukan setoran modal sebesar Rp40.000.000.050 kepada entitas asosiasi Perseroan yaitu FAST dalam rangka Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMED),” tulis Corporate Secretary DNET, Kiki Yanto Gunawan dikutip dari Keterbukaan Informasi, Selasa (3/6/2025).

Penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dilakukan oleh FAST dengan menerbitkan sebanyak 533.333.334 saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp150 per lembar saham. Perseroan dalam hal ini akan mengambil bagian sebanyak 266.666.667 lembar saham.

Baca juga :  Gus Falah: Naiknya Kontribusi, Bukti SKK Migas Taat Konstitusi

Dengan demikian, kepemilikan Perseroan pada FAST akan meningkat sebanyak 1,67 persen. Dari semula 35,84 persen menjadi 37, 51 persen.

Dengan begitu, Kiki memastikan setoran modal kepada FAST ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha Perseroan.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments