Energi Juang News, Jakarta– China kini membuka akses perjalanan lebih mudah bagi warga negara Indonesia. Mulai Kamis (12/6/2025), WNI bebas visa ke China untuk kunjungan maksimal selama 10 hari. Langkah ini diambil untuk meningkatkan jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke China.
Dilaporkan oleh Xinhua, kebijakan ini berlaku di 24 provinsi di China. WNI yang ingin menikmati liburan atau mengunjungi keluarga di sana tak perlu lagi mengurus visa selama masa kunjungan tidak melebihi 10 hari.
Namun, pemerintah China menetapkan bahwa fasilitas bebas visa ke China ini hanya berlaku jika pelancong menunjukkan tiket keluar dari China dalam waktu maksimal 10 hari. Jika perjalanan hanya pulang-pergi dari Indonesia ke China, aturan ini tidak bisa digunakan. Tiket keluar dari China dapat berupa penerbangan ke Hong Kong, Makau, atau negara ketiga lainnya.
China mengklasifikasikan kebijakan ini sebagai visa transit bebas syarat, dan hanya bisa diakses melalui 60 bandara serta pelabuhan tertentu di seluruh China. Daftar rinci pintu masuk belum diungkapkan, tetapi sebelumnya titik masuk tersebar mulai dari Beijing hingga Yunnan.
Sebelum kebijakan ini berlaku untuk seluruh wilayah China, WNI sudah dapat masuk tanpa visa ke beberapa daerah seperti Hong Kong, Makau, Hainan, dan sebagian wilayah Yunnan. Salah satu kawasan di Yunnan yang populer adalah Xishuangbanna, yang dapat dikunjungi tanpa visa jika datang secara berkelompok.
Di sisi lain, langkah pelonggaran visa ini diumumkan oleh pemerintah China di tengah upaya Amerika Serikat memperketat perbatasannya. Pengumuman itu juga dilakukan beberapa minggu setelah kunjungan Perdana Menteri China, Li Qiang, ke Indonesia untuk mempererat kerja sama bilateral.
Indonesia dan China sepakat meningkatkan kerja sama di sektor pariwisata. Kedua negara akan mempermudah akses perjalanan dan memperluas kolaborasi antar biro perjalanan wisata.
Duta Besar RI di Beijing, Djauhari Oratmangun, mengungkapkan bahwa Indonesia menargetkan kunjungan dua juta wisatawan asal China pada tahun ini. Penerbangan langsung ke sejumlah kota di China seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chengdu, Xiamen, Shenzhen, Sanya, dan Haikou kini tersedia dari bandara di Jakarta, Denpasar, Surabaya, dan Manado.
Selama ini, destinasi paling favorit wisatawan Indonesia adalah Hainan dan Hong Kong karena status bebas visa. Sementara itu, Yunnan menjadi pilihan populer bagi wisatawan yang bepergian dalam grup.
Menariknya, wilayah Yunnan memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Indonesia. Beberapa teori menyebutkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari wilayah Yunnan sekitar 4.300 tahun yang lalu. Teori ini didukung oleh kemiripan budaya, bahasa, dan teknologi antara kedua wilayah.
Asal usul nenek moyang Indonesia masih menjadi perdebatan. Masyarakat Yunnan tetap memiliki ketertarikan tinggi terhadap budaya dan bahasa Indonesia hingga kini.
Redaksi Energi Juang News



