Senin, Mei 18, 2026
spot_img
BerandaInternasionalIran Serang Israel dengan Ratusan Drone dan Rudal, Tel Aviv Kena Imbas

Iran Serang Israel dengan Ratusan Drone dan Rudal, Tel Aviv Kena Imbas

Energi Juang News, Jakarta– Iran serang Israel dengan ratusan drone dan rudal balistik pada Jumat malam (13/6/2025). Serangan besar ini merupakan respons atas serangan udara Israel sehari sebelumnya yang menargetkan fasilitas nuklir dan tokoh militer Iran.

Dalam operasi yang dinamakan Janji Sejati 3, Iran meningkatkan ketegangan regional. Militer Israel melaporkan, pada gelombang awal, Iran menembakkan kurang dari 100 rudal balistik. Sekitar pukul 01:30 dini hari Sabtu, dentuman keras terdengar di Tel Aviv dan Yerusalem setelah gelombang kedua rudal diluncurkan.

Meski sistem pertahanan Iron Dome berhasil mencegat sebagian besar serangan, sejumlah lokasi di Tel Aviv tetap terdampak. Beberapa bangunan mengalami kerusakan dan terekam dalam video yang beredar luas.

Selain rudal, Iran juga mengerahkan drone yang melintasi Jalur Gaza menuju wilayah Israel. Ledakan dan cahaya terang terlihat jelas di langit Yerusalem ketika rudal-rudal tersebut melintas.

Pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa AS membantu Israel dalam upaya pencegahan serangan, namun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa AS tidak terlibat dalam serangan Israel ke Iran sebelumnya.

Berdasarkan laporan BBC, 40 orang di Israel dilaporkan luka-luka akibat serangan tersebut, dua di antaranya dalam kondisi kritis. Sementara itu, serangan Israel sehari sebelumnya telah menewaskan sedikitnya 78 orang di Iran, termasuk pejabat militer senior, dan melukai lebih dari 320 orang, sebagaimana disampaikan perwakilan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani.

Korps Garda Revolusi Iran mengklaim serangan mereka menggunakan sistem presisi dan berhasil menargetkan pangkalan militer Israel. Media Iran juga melaporkan dua jet tempur Israel ditembak jatuh di wilayah udara Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan bahwa Iran akan terus memberikan perlawanan keras. Presiden Iran Mahsoud Pezeshkian juga menyatakan di televisi nasional bahwa Iran tidak akan diam terhadap apa yang mereka sebut sebagai kejahatan Israel. Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengancam Iran dengan balasan yang berat karena telah menyerang pusat pemukiman sipil.

Baca juga :  Wapres AS Tegaskan Pihaknya Melawan Nuklir Iran, Bukan Negara Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidatonya menyerukan rakyat Iran untuk menentang pemerintah mereka. Netanyahu menegaskan bahwa serangan Israel hanya ditujukan kepada rezim Iran, bukan warga sipil. Ia juga dilaporkan berdiskusi langsung dengan Presiden AS Donald Trump terkait perkembangan situasi.

Serangan Awal Israel

Konflik bermula ketika Israel meluncurkan operasi besar bertajuk Rising Lion, yang menargetkan fasilitas nuklir Natanz serta para pejabat militer dan ilmuwan Iran. Juru bicara militer Israel, Brigjen Effie Defrin, mengatakan bahwa operasi ini melibatkan lebih dari 200 serangan udara. Gambar yang beredar menunjukkan fasilitas Natanz mengalami kebakaran besar.

Sebagai balasan, Iran mengirimkan lebih dari 100 drone ke Israel. Serangan ini memaksa Israel, Yordania, dan Irak menutup wilayah udara mereka dan membatalkan seluruh penerbangan. Meskipun sebagian drone berhasil dihancurkan, ketakutan akan serangan susulan masih tinggi.

Tanggapan Internasional

Reaksi global mengalir dengan cepat. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan keprihatinan dan meminta kedua pihak menahan diri. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte juga menekankan pentingnya dukungan sekutu Israel dalam upaya menstabilkan situasi.

Para pemimpin dari Prancis, Jerman, dan Inggris mendorong penyelesaian diplomatik dan mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri. Sementara itu, Direktur IAEA Rafael Grossi memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir bisa menimbulkan ancaman radioaktif global.

“Saya menyerukan semua pihak untuk menahan diri seoptimal mungkin,” ujarnya.

Konflik antara Israel dan Iran ini terus memanas dan diprediksi dapat memicu eskalasi yang lebih besar jika tidak segera dihentikan melalui jalur diplomasi.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments