Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisHarga Saham Gudang Garam Anjlok 89 Persen, Investor Perlu Waspada

Harga Saham Gudang Garam Anjlok 89 Persen, Investor Perlu Waspada

Energi Juang News, Jakarta– Harga saham Gudang Garam terus mengalami penurunan signifikan. Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kini tercatat merosot tajam dari posisi puncaknya. Pada perdagangan Jumat, 20 Juni 2025, harga saham Gudang Garam turun ke level Rp 9.100 per lembar. Sebelumnya, di tahun 2019, saham perusahaan rokok asal Kediri ini sempat menyentuh hampir Rp 90.000 per lembar. Artinya, harga saham Gudang Garam turun lebih dari 89 persen dalam lima tahun terakhir.

Pergerakan negatif harga saham GGRM menjadi sinyal serius bagi para investor. Tekanan yang terjadi tidak hanya berasal dari pergerakan pasar, tetapi juga berkaitan erat dengan kinerja fundamental perusahaan yang terus melemah.

Penurunan Kinerja Keuangan Gudang Garam
Dikutip dari Kontan, laba bersih Gudang Garam sepanjang tahun 2024 hanya tercatat Rp 980,8 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan laba bersih pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 5,32 triliun. Penurunan laba ini disertai dengan penurunan pendapatan dari Rp 118,95 triliun menjadi Rp 98,65 triliun, atau melemah sekitar 17 persen.

Pendapatan utama perusahaan masih disumbang dari segmen sigaret kretek mesin dengan nilai Rp 86,62 triliun, disusul oleh segmen sigaret kretek tangan sebesar Rp 9,36 triliun. Selain itu, kontribusi lain berasal dari bisnis rokok klobot, kertas karton, konstruksi, dan sektor pendukung lainnya.

Walaupun biaya pokok penjualan Gudang Garam pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp 89,27 triliun atau sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya, margin keuntungan perusahaan tetap tertekan. Kondisi ini memperlihatkan betapa ketatnya persaingan dan tantangan di industri rokok saat ini.

Dampak Langsung ke Petani Tembakau
Bukan hanya investor yang merasakan dampaknya, petani tembakau di Kabupaten Temanggung juga terdampak signifikan. Gudang Garam memutuskan untuk menghentikan pembelian tembakau dari wilayah tersebut karena stok bahan baku yang dinilai sudah melebihi kebutuhan.

Baca juga :  Gus Falah: Persoalkan Divestasi, AS Ganggu Spirit Berdikari

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, membenarkan informasi tersebut usai bertemu dengan manajemen Gudang Garam di Kediri.

“Saat ini stok tembakau Gudang Garam dinilai sudah sangat cukup bahkan bisa mencukupi kebutuhan produksi hingga empat tahun ke depan,” ujar Agus, Senin (16/6/2025), seperti dilansir dari Antara.

Keputusan ini dinilai sebagai langkah efisiensi dari perusahaan yang menghadapi menurunnya permintaan rokok dalam negeri.

Industri Rokok di Tengah Tantangan
Industri rokok nasional tengah menghadapi tekanan berat. Selain tren hidup sehat yang semakin meluas, kenaikan cukai rokok dan persaingan dari rokok murah juga memperparah kondisi pasar. Situasi ini memaksa perusahaan seperti Gudang Garam untuk melakukan efisiensi, meskipun keputusan tersebut berdampak pada mitra usaha dan rantai pasok.

Harga saham Gudang Garam turun secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada akhir tahun 2024, saham GGRM masih diperdagangkan di kisaran Rp 13.275 per lembar. Namun, pada 8 April 2025, harga saham sempat jatuh ke titik terendahnya tahun ini di angka Rp 8.675 per lembar.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments