Energi Juang News, Jakarta– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan pertemuan resmi dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di kantor pusat Uni Eropa, Gedung Berlaymont, Brussel, Belgia, pada Minggu (13/7).
Kedatangan Prabowo bersama rombongan disambut dengan penuh kehormatan. Bendera Merah Putih berkibar sejajar dengan bendera Uni Eropa di halaman depan markas besar tersebut, menjadi simbol hubungan diplomatik yang semakin erat antara Indonesia dan Uni Eropa.
Prabowo tampil formal dengan setelan jas abu-abu, dasi biru, dan peci hitam, sedangkan Ursula mengenakan jas hijau elegan. Mereka memasuki ruangan VIP Corner secara bersamaan pada pukul 12.31 waktu setempat dan berjabat tangan dengan latar belakang bendera kedua negara yang berdampingan.
Agenda utama kunjungan ini adalah pertemuan bilateral untuk membahas kemitraan ekonomi strategis, terutama terkait Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), sebuah perjanjian perdagangan komprehensif yang telah dirundingkan sejak tahun 2016.
Selain Ursula von der Leyen, Prabowo juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Dewan Eropa, António Costa, guna melanjutkan pembahasan kerja sama antara kedua pihak.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang turut serta dalam kunjungan ini, menyampaikan bahwa perundingan IEU-CEPA telah mencapai tahap krusial. Ia menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian direncanakan berlangsung pada kuartal ketiga tahun 2025.
“Dengan penandatanganan IEU-CEPA, produk Indonesia akan memiliki akses lebih mudah ke pasar Eropa dengan tarif nol,” ungkap Airlangga dalam keterangannya di Brussel, Sabtu (12/7).
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Indonesia dalam memperkuat posisi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Progres positif dalam perundingan IEU-CEPA diharapkan membawa dampak signifikan bagi pelaku industri dalam negeri dan memperluas jaringan perdagangan internasional.
Redaksi Energi Juang News



