Energi Juang News, Jakarta– Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington akan mengirimkan sistem pertahanan udara canggih, Patriot, ke Ukraina. Keputusan ini diumumkan pada Minggu (13/7) waktu setempat, menyusul memburuknya relasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Kami akan mengirim Patriot karena mereka sangat membutuhkannya,” ujar Trump kepada awak media, seperti dikutip dari AFP, Senin (14/7/2025). Ia tidak menjelaskan jumlah pasti sistem yang akan dikirim, namun menegaskan bahwa pengiriman tersebut tetap akan dilakukan meski sebelumnya AS sempat menyatakan penghentian bantuan senjata ke Ukraina.
Trump mengungkapkan bahwa pengiriman Patriot ini merupakan bagian dari kerja sama baru antara Amerika Serikat dan NATO. Dalam kesepakatan tersebut, aliansi NATO akan mengganti biaya penuh atas pengadaan peralatan militer dari AS untuk Ukraina.
“Kami akan mengirimkan perlengkapan militer mutakhir kepada mereka dan NATO akan menanggung seluruh biayanya,” tegas Trump.
Presiden Trump juga menyatakan kekecewaannya terhadap Presiden Putin. Sebelumnya, Trump optimis bisa menjalin komunikasi damai dengan Rusia saat kembali menjabat pada Januari. Namun ekspektasi itu memudar setelah serangan Rusia terhadap Ukraina terus berlanjut tanpa tanda-tanda perdamaian.
“Putin sangat mengecewakan. Ia tampak bersahabat, tapi kemudian meluncurkan serangan di malam hari,” ungkap Trump dengan nada kesal.
Di sisi lain, utusan khusus Amerika Serikat, Keith Kellogg, dijadwalkan memulai kunjungan ke Ukraina pada Senin (14/7). Trump juga dijadwalkan bertemu dengan Sekjen NATO Mark Rutte pada hari yang sama. Ia menyebut akan menyampaikan pernyataan penting terkait Rusia usai pertemuan tersebut.
Redaksi Energi Juang News



