Energi Juang News, Jakarta-Di kawasan pesisir selatan Jawa Timur, masyarakat mengenal sosok makhluk gaib yang kerap disebut sebagai Lampor. Cerita tentangnya masih sering diperbincangkan, terutama saat bulan Sapar tiba. Pada bulan ini, warga desa biasanya mendapatkan imbauan dari perangkat desa untuk tidak keluar rumah pada malam hari, karena dipercaya sebagai masa pagebluk—waktu di mana penyakit misterius dan kematian tanpa sebab marak terjadi.
Menurut kisah yang diwariskan secara turun-temurun, suatu malam sekelompok warga yang sedang ronda merasakan hembusan angin dingin yang menusuk dari arah laut selatan. Tak lama kemudian, terdengar suara lirih namun semakin lama makin jelas, bergema di udara malam. Suara itu mengucap, “welwo… welwo… welwo,” yang dipercaya berarti “dibawa pergi.”
Ketika suara tersebut semakin dekat, muncul iring-iringan misterius menyerupai barisan prajurit yang berjalan kaku. Beberapa warga mengaku melihat seragam yang mirip dengan pakaian prajurit kerajaan laut selatan, dan mereka pun meyakini bahwa itu adalah pasukan pengawal Nyi Roro Kidul. Berdasarkan cerita lama, siapa pun yang dibawa oleh Lampor akan kembali dalam kondisi tidak wajar—gila, linglung, kehilangan ingatan, bahkan ada yang tak pernah kembali.
Ketakutan yang melanda membuat warga panik dan melarikan diri. Mereka khawatir akan menjadi korban berikutnya yang dibawa ke alam gaib untuk dijadikan budak oleh makhluk tersebut.
Kepercayaan tentang Lampor sebenarnya sudah muncul sejak era 1960-an, namun sempat meredup sebelum akhirnya kembali populer. Hal ini dipicu oleh beredarnya video-video viral yang menampilkan keranda mayat terbang di antara pepohonan atau di atas permukiman warga.
Dalam legenda yang berkembang, Lampor memiliki kelemahan. Konon, makhluk ini tidak mampu duduk atau jongkok, sehingga hanya mengincar orang-orang yang tidur di atas ranjang. Untuk menghindarinya, banyak warga memilih tidur di lantai atau di bawah tempat tidur agar luput dari incaran.
Terlepas dari kebenaran kisah ini, legenda Lampor menjadi bagian dari cerita horor lokal yang menarik perhatian para pecinta dunia mistis dan cerita rakyat. Keberadaannya terus hidup dari generasi ke generasi, menjadi warisan budaya yang menggugah rasa ingin tahu dan nyali siapa saja yang mendengarnya.
Redaksi Energi Juang News



