Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
BerandaHukumPolisi Bongkar Dalang Bom Molotov di Unmul, Dua Pelaku Ditangkap

Polisi Bongkar Dalang Bom Molotov di Unmul, Dua Pelaku Ditangkap

Energi Juang News, Samarinda– Polresta Samarinda berhasil membongkar otak di balik pembuatan 27 bom molotov yang ditemukan di lingkungan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur. Bom rakitan itu diduga akan digunakan dalam aksi demonstrasi di gedung DPRD Kaltim awal September lalu.

Kedua pelaku yang diamankan polisi berinisial N (38) dan AJM atau L (43). Mereka diketahui bukan bagian dari civitas akademika Unmul, melainkan berasal dari luar kampus.

Kapolresta Samarinda Kombes Hendri Umar menyebut keduanya berperan sebagai aktor intelektual. Mereka diduga memberi instruksi pembuatan bom molotov yang rencananya dipakai saat aksi demonstrasi pada 1 September 2025.

“Dua orang ini adalah dalang dari perencanaan dan pembuatan bom molotov. Mereka menyuruh orang lain untuk membuatnya dengan tujuan digunakan pada aksi unjuk rasa,” jelas Hendri dalam konferensi pers di Mapolresta Samarinda, Jumat (5/9/2025).

Penangkapan dilakukan sehari sebelumnya di wilayah Kilometer 47, Kelurahan Bukit Merdeka, Samboja, Kutai Kartanegara. Saat itu, keduanya ditemukan berada di area perkebunan warga sekitar pukul 16.00 Wita.

Lebih lanjut, polisi mengungkap latar belakang kedua pelaku. N diketahui sebagai mantan mahasiswa Fisipol Unmul yang kini menganggur. Sementara AJM berasal dari luar daerah, tepatnya dari Sumatera.

Rencana itu muncul setelah pertemuan mereka dengan sosok lain yang disebut X dan Y di sebuah warung kopi di Jalan M Yamin. Pertemuan berlangsung pada Jumat, 29 Agustus. Dalam pertemuan itu, N mengusulkan penggunaan bom molotov saat demo, kemudian disetujui oleh X dan Y.

Hasil rencana tersebut kemudian disampaikan kepada seseorang berinisial Z. Polisi menduga Z berperan sebagai penyandang dana yang membiayai pembelian bahan pembuatan bom.

Pada 31 Agustus, N bersama Z membeli sejumlah material untuk merakit bom, termasuk jeriken berisi 20 liter pertamax dan botol kaca yang digunakan sebagai wadah. Dari sinilah rencana aksi anarkis mulai disiapkan.

Baca juga :  Jeni Rahmadial Fitri Jadi Tersangka Facelift Ilegal

Saat ini, polisi masih mendalami peran X, Y, dan Z yang disebut terlibat dalam jaringan tersebut. Aparat menegaskan akan terus mengejar pihak lain yang berhubungan dengan kasus ini.

Penemuan puluhan bom molotov di area kampus sempat mengejutkan masyarakat. Aparat menyebut keberadaan bom itu dapat memicu kericuhan besar jika sampai digunakan dalam aksi massa.

Kasus ini menjadi perhatian serius kepolisian mengingat rencana aksi anarkis dengan bahan peledak berpotensi menimbulkan ancaman keamanan bagi warga Samarinda.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments