Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaInternasionalKerusuhan Guncang Nepal, Bagaimana Kabar WNI?

Kerusuhan Guncang Nepal, Bagaimana Kabar WNI?

Energi Juang News, Kathmandu- Gelombang demonstrasi besar yang terjadi di sejumlah kota di Nepal, termasuk ibu kota Kathmandu, sejak Senin (8/9/2025) membuat situasi politik di negara itu semakin memanas.

Aksi yang didominasi generasi Z (Gen Z) ini dipicu oleh kebijakan pemerintah Nepal yang memblokir 26 platform media sosial populer seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube, hingga X (Twitter).

Menurut Pemerintah, pemblokiran dilakukan karena perusahaan media sosial tersebut tidak memenuhi kewajiban mendaftar sesuai regulasi baru. Namun, protes damai berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan di berbagai titik.

Menanggapi kondisi ini, KBRI Dhaka, yang memiliki wilayah akreditasi di Nepal, segera berkoordinasi dengan otoritas setempat, Konsul Kehormatan RI di Nepal, serta komunitas WNI.

“Hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang menjadi korban kerusuhan. Namun, KBRI Dhaka telah mengeluarkan imbauan agar WNI menjauhi kerumunan massa dan terus memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah maupun media,” kata Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Judha Nugraha, Selasa (9/9/2025).

Ia menambahkan, bagi WNI yang sedang berada di Nepal, baik untuk kunjungan maupun berwisata, diimbau segera melakukan lapor diri melalui hotline KBRI Dhaka di +8801614444552, atau menghubungi Konhor RI Kathmandu di +9779851046514 dan +9779801190989.

Berdasarkan data KBRI Dhaka, terdapat 57 WNI yang menetap di Nepal, 43 anggota delegasi RI yang sedang mengikuti konferensi internasional di Kathmandu, 2 anggota TNI yang tengah menjalani pelatihan, serta 23 wisatawan asal Indonesia.

Hingga Selasa (9/9/2025), otoritas Nepal mencatat sedikitnya 21 orang tewas akibat tembakan aparat keamanan, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka. Gelombang demonstrasi yang awalnya menentang pemblokiran media sosial kini melebar menjadi aksi besar antikorupsi, hingga akhirnya memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca juga :  Menlu Italia Tegaskan Sanksi Terhadap Rusia Perlu Diperpanjang

Kerusuhan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, dan merupakan ketidakstabilan politik Nepal yang terus berulang sejak berakhirnya monarki pada 2008.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments