Rabu, Mei 27, 2026
spot_img
BerandaPolitikViral Boikot Trans 7 Usai Singgung Lirboyo, Stasiun TV Akhirnya Minta Maaf

Viral Boikot Trans 7 Usai Singgung Lirboyo, Stasiun TV Akhirnya Minta Maaf

Energi Juang News, Jakarta– Tagar #BoikotTrans7 mendadak jadi trending di media sosial X (Twitter) sejak Senin malam, 13 Oktober 2025, usai salah satu tayangan Trans 7 dianggap menyinggung Pesantren Lirboyo, Kediri.

Pantauan hingga Selasa pagi, 14 Oktober 2025, tagar itu telah dicuitkan hampir 5.000 kali. Gelombang kritik datang dari alumni, santri, hingga masyarakat yang memiliki keterikatan dengan pesantren bersejarah tersebut.

Kontroversi ini bermula dari program “Xpose Uncensored” yang tayang pada 13 Oktober 2025. Dalam salah satu segmennya, terdapat penyebutan dan penggambaran yang dinilai tidak pantas terhadap Pondok Pesantren Lirboyo. Reaksi keras pun bermunculan, mengingat pesantren yang berdiri sejak 1910 itu dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam berpengaruh di Indonesia.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Trans 7

Menghadapi desakan publik, Trans 7 segera menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui keterangan tertulis.

“Sehubungan dengan tayangan mengenai Pondok Pesantren Lirboyo di program Xpose Uncensored, pada tanggal 13 Oktober 2025, kami telah melakukan review dan tindakan-tindakan atas keteledoran yang merugikan Keluarga Besar PP Lirboyo,” tulis pernyataan resmi Trans 7, Selasa pagi.

Stasiun TV itu menegaskan permohonan maaf kepada para pengasuh, santri, alumni, serta masyarakat luas. Trans 7 juga menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Gus Adib, putra KH Anwar Mansyur, serta berjanji mengirimkan surat resmi kepada pengasuh pesantren.

Reaksi Publik Terbelah

Meski sebagian besar warganet mendukung aksi boikot, ada pula suara berbeda. Beberapa pengguna X justru menilai tayangan itu mengangkat fakta terkait budaya penghormatan berlebih dan gaya hidup pimpinan pesantren.

“Tapi itu fakta ga? Soal ngasih amplop, hidup bermewah-mewahan, hormat yang terlalu berlebihan?” tulis seorang pengguna.

Komentar-komentar semacam ini memperlihatkan adanya perbedaan perspektif publik. Namun, mayoritas tetap menilai konten Trans 7 tidak sensitif terhadap simbol keagamaan dan kultural.

Baca juga :  Puan Desak TNI Jelaskan Soal Penjagaan di Kejaksaan

Lirboyo, Simbol Pendidikan Islam

Pesantren Lirboyo telah melahirkan banyak ulama besar dan tokoh Islam penting di Indonesia. Karena itu, penyebutan yang dianggap menyinggung pesantren ini memicu sentimen luas, khususnya di kalangan Nahdliyin.

Kasus ini menjadi pengingat bagi media untuk lebih berhati-hati saat menyajikan konten yang berkaitan dengan lembaga keagamaan atau simbol dengan nilai historis tinggi. Trans 7 pun berjanji melakukan evaluasi internal agar kasus serupa tidak terulang.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments