Energi Juang News, Lamongan – Menjelang datangnya musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bergerak cepat mempercepat pembenahan saluran air di berbagai wilayah. Langkah ini menjadi upaya serius pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi banjir yang kerap melanda sejumlah titik rawan setiap tahun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, mengungkapkan bahwa progres perbaikan saluran air saat ini sudah mencapai 60 persen. “Ada 68 titik yang menjadi fokus pembenahan tahun ini. Kami memperbaiki saluran drainase dan sungai yang dianggap paling mendesak,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).
Program ini tidak hanya mencakup revitalisasi waduk dan embung, tetapi juga perbaikan tanggul dan tebing sungai di beberapa wilayah. Beberapa lokasi yang menjadi prioritas di antaranya Kali Kaliotik di Dusun Dandangan, Desa Dlanggu, Kecamatan Deket; Kali Genceng di Desa Takeranklating, Kecamatan Tikung; saluran air di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran; serta Kali di Desa Duriwetan, Kecamatan Maduran. Selain itu, tanggul di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, juga tengah diperkuat untuk menahan debit air tinggi saat hujan deras.
Erwin menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis Pemkab Lamongan untuk mengelola sumber daya air sekaligus meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan genangan air. “Pendekatan ini bersifat komprehensif dan proaktif. Kami ingin memastikan sistem pengendalian air di Lamongan semakin tangguh menghadapi puncak musim hujan,” tambahnya.
Selain perbaikan drainase, Pemkab Lamongan juga melakukan normalisasi waduk dan embung di 96 titik yang tersebar di berbagai kecamatan. Dari jumlah itu, 22 titik merupakan waduk dan rawa, sedangkan 74 lainnya adalah embung. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tampung air sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan terhadap ancaman banjir.
Dengan percepatan ini, pemerintah daerah berharap masyarakat Lamongan dapat lebih tenang menghadapi musim hujan, karena sistem pengendalian air kini jauh lebih siap dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Redaksi Energi Juang News



