Energi Juang News, Jakarta- Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang baru.
Pelantikan itu digelar di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025) sore.
Seperti diketahui, jabatan Kepala BRIN sebelumnya diemban oleh Laksana Tri Handoko.
Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 123/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Lalu, siapa sebenarnya Arif Satria?
Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada 17 September 1971.
Arif mengenyam pendidikan dasar hingga menengah atas di Pekalongan.
Pria yang kini berusia 54 tahun tersebut pernah mengenyam pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) program studi Penyuluhan Pertanian, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian IPB pada 1990.
Pada 1999, Arif berhasil meraih gelar magister Program Sosiologi Pedesaan dari kampus yang sama.
Selama kuliah, Arif aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Selain itu, Arif Satria pun juga menyelesaikan pendidikannya pada jenjang S3 di Kagoshima University, Jepang dalam bidang Marine Policy pada 2006.
Arif memulai karir akademiknya sebagai dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan IPB pada 1997.
Pada 2017, Arif Satria diamanahkan untuk memimpin IPB University sebagai Rektor untuk periode 2017–2022.
Pada 2019, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam bidang Ekologi Politik.
Berkat kepemimpinannya, ayah dua anak ini kembali dipercaya untuk melanjutkan jabatannya sebagai Rektor IPB University untuk periode 2023–2028.
Selain berkiprah di dunia akademik, Arif juga tercatat pernah menjadi Tim Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada (2001–2002) serta penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2012-2019.
Pada 2024, ia dipercaya untuk menjadi panelis debat calon wakil presiden (Cawapres).
Redaksi Energi Juang News



