Energi Juang News, Lamongan – Lamongan kembali menunjukkan taringnya di kancah nasional. Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mendukung penuh langkah tiga finalis Cabang dan Ranting Muhammadiyah dari Lamongan yang berhasil menembus babak final CRM Award ke-6 tahun 2025. Kompetisi nasional yang digelar oleh LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini akan berlangsung di Banjarmasin, 13–16 November 2025.
UMLA tidak sekadar memberi support moral, tapi juga aktif mendampingi persiapan peserta. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMLA, H. Alifin, menegaskan, “Kami ingin Lamongan bersinar di pentas nasional. Kami dorong semangat dan optimisme finalis agar mampu membawa pulang kebanggaan bagi daerah dan Muhammadiyah!” Ungkapan ini sejalan dengan visi Lamongan Megilan dan tekad UMLA menjadi universitas kelas dunia.
Baca juga: Persela Lamongan Bidik Kemenangan Perdana Saat Jamu Persiku Kudus
Berangkat ke babak pamungkas CRM Award berdasarkan SK LPCRPM PP Muhammadiyah Nomor 363/kep/1.15/B/2025, ketiga finalis Lamongan itu adalah PCM Brondong, PRM Patihan Babat, dan PRM Sendangharjo Brondong.
Inovasi menjadi andalan. PCM Brondong mengusung program penguatan leadership, manajemen, dan tata kelola SDM untuk mengangkat nilai dakwah. PRM Patihan Babat siap membuktikan kekuatan ekonomi wakaf, dengan 57 bidang tanah yang 70 persennya disewakan produktif untuk jamaah. Produk unggulan hingga video profil sudah mereka siapkan. PRM Sendangharjo Brondong berfokus pada gerakan ekonomi yang menopang dakwah: omzet toko mampu tembus 10 sampai 12 juta per hari, sehingga mereka bisa memberi layanan antar jemput siswa, mobil sehat gratis, dan santunan rutin untuk jamaah.
Tak hanya datang sebagai peserta, Lamongan membawa rapor prestasi nasional. PCM Babat dan PRM Godog, lulusan favorit CRM Award 2017, kembali diundang untuk memamerkan inovasi terbaru, seperti program Baitul Tamwil dengan aset puluhan miliar, perumahan Muhammadiyah, dan kaderisasi internasional.
Persiapan matang, inovasi konkret, dan semangat kolaborasi jadi kekuatan Lamongan menuju gelar juara. Ini bukan hanya lomba, melainkan momentum pengabdian nyata dari Muhammadiyah Lamongan untuk Indonesia. “Hidupilah ranting, di sanalah pengabdian kita kepada Muhammadiyah dan bangsa benar-benar terasa,” tegas para finalis.
Redaksi Energi Juang News



