Energi Juang News, Jakarta- Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, baru saja mengumumkan inisiatif besar bagi pedagang thrifting di Pasar Senen. Pemerintah kini aktif merangkul 1.300 brand lokal untuk mengisi kebutuhan dunia fashion yang sebelumnya didominasi pakaian bekas impor.
Dalam pertemuan bersama perwakilan pedagang Pasar Senen, Temmy mengajak para pedagang untuk mengubah orientasi bisnis mereka. Pedagang didorong agar mulai menjual produk lokal agar industri kreatif semakin berkembang dan lapangan kerja meningkat. Ia menegaskan, proses peralihan ini memang menantang, mengingat selama ini para pedagang terbiasa membeli pakaian bekas impor dalam bentuk bal dengan harga yang terjangkau, berkisar antara Rp2 hingga Rp5 juta.
Kementerian UMKM meminta pemilik brand lokal agar menawarkan skema jualan yang menarik serta kompetitif, mirip dengan sistem bal. Brand-brand lokal perlu menyiapkan paket harga dan variasi produk agar pedagang tetap bisa mencukupi kebutuhan konsumen dan tetap meraih untung.
Bisnis harus saling menguntungkan, brand lokal kami minta menyiapkan sistem paket, lima juta dapat berapa barang dan pilihan,” jelas Temmy.
Seleksi terhadap 1.300 brand lokal akan disesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha pedagang, baik melalui reseller, distributor, atau membuka merek sendiri. Konsumen, menurut Temmy, tetap menjadi penentu utama, apakah produk lokal mampu menggantikan pakaian bekas yang selama ini populer di Pasar Senen.
Program ini dinilai pemerintah penting karena pembatasan impor pakaian bekas terus dilakukan. Pemerintah ingin memberikan solusi nyata, bukan sekadar larangan, agar pelaku usaha thrifting tidak kehilangan pasar.
Harapannya, produk lokal dapat meraih hati pembeli, menguatkan ekonomi kreatif dan menghasilkan kualitas yang tak kalah dengan produk impor.
Redaksi Energi Juang News



