Energi Juang News, Jakarta-Harga saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) ditutup terpuruk pada perdagangan saham Jumat, (5/12/2025). Hal itu membuat tekanan ke harga saham DEWA makin tinggi selama sepekan.
Mengutip data RTI, harga saham DEWA ditutup anjlok 3,74% ke posisi Rp 412 per saham. Saham DEWA dibuka turun delapan poin ke posisi Rp 420 per saham.
Harga saham DEWA berada di level tertinggi Rp 426 dan level terendah Rp 408 per saham. Total frekuensi perdagangan saham DEWA mencapai 75.595 kali dengan volume perdagangan saham 17.140.476 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 711 miliar.
Seiring koreksi harga saham DEWA itu, harga saham DEWA turun 5,94% selama sepekan. Namun, selama sebulan, harga saham DEWA naik 15,73%. Secara year to date, harga saham DEWA melompat 249,15%.
Harga saham DEWA melemah terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis. IHSG hari ini ditutup merosot 0,09% ke posisi 8.632,76. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,76% ke posisi 847,26. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.
Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.689,09 dan level terendah 8.617,03. Sebanyak 293 saham melemah sehingga bebani IHSG. 362 saham menguat sehingga koreksi IHSG menjadi terbatas. 146 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.557.089 kali dengan volume perdagangan 48,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,5 triliun.
Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham industri mendaki 4,01%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur melesat 3,04% dan sektor saham transportasi melambung 2,74%. Sektor saham basic naik 0,04%, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,84%, sektor saham keuangan bertambah 1,05%. Di sisi lain, sektor saham energi turun 0,09%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,44%. Lalu sektor saham kesehatan merosot 0,60%, sektor saham properti melemah 0,17% dan sektor saham teknologi susut 0,70%.
Pemegang saham perseroan yakni PT Andhesti Tungkas Pratama melepas 335.768.700 saham DEWA dengan harga Rp 422 per asham pada 28 November 2025. Dengan demikian, nilai penjualan saham DEWA itu sebesar Rp 141,69 miliar.
“Tujuan dari transaksi divestasi saham dengan status kepemililan langsung,”tulis Direktur PT Darma Henwa Tbk, Mukson Arif Rosyidi.
Setelah transaksi penjualan saham,Andhesti Tungkas Pratama genggam 3.805.013.366 saham DEWA atau setara 9,35% dari sebelumnya 10,18% atau setara 4.140.782.066 saham.
Sebelumnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp 1,6 triliun.
Perseroan akan buyback saham secara bertahap dan sekaligus dalam jangka waktu tiga bulan. Perseroan akan buyback saham mulai 19 November 2025 hingga 19 Februari 2025. Manajemen PT Darma Henwa Tbk yakin pelaksanaan buyback tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap pendapatan dan kinerja keuangan perseroan.
“Buyback akan dilaksanakan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan sesuai dengan ketentuan dalam POJK 29/2023,” demikian seperti dikutip.
Perseroan akan buyback saham sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 29/2023 dan Perseroan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan buyback.
Selain itu, perseroan optimistis buyback tidak akan berdampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan dan pertumbuhan perseroan pada masa mendatang. Hal tersebut didukung posisi keuangan perseroan yang solid, likuiditas yang kuat yang dapat mendukung kinerja operasional dan pengembangan usahanya.
“Jika perseroan menggunakan seluruh dana yang dialokasikan untuk buyback saham, jumlah aset dan ekuitas perseroan akan berkurang sebesar nilai buyback tersebut,” demikian dikutip.
Akan tetapi, likuiditas keuangan yang kuat dapat mendukung kinerja operasional perseroan.
Selain itu, buyback saham perseroan diharapkan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor. “Ini karena harga saham perseroan mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang sebenarnya,”
Redaksi Energi Juang News



