Energi Juang News, Lamongan-Anggota MPR-RI Nasyirul Falah Amru menyatakan perayaan Natal pada 25 Desember bukan semata ritual keagamaan umat Kristiani, melainkan juga momentum etis yang sarat dengan nilai kemanusiaan universal.
Selain itu, Politisi yang akrab disapa Gus Falah itu juga menyatakan, pesan kasih, perdamaian, dan solidaritas yang menjadi inti Natal justru memiliki irisan yang kuat dengan nilai-nilai dasar Pancasila serta semangat konstitusional UUD 1945.
“Perayaan Natal merupakan perwujudan konkret dari Pancasila dan konstitusi,” ujar Gus Falah, Rabu (24/12/2025).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu juga menyatakan, pesan Natal tentang kasih kepada sesama dan keberpihakan kepada mereka yang lemah sejalan dengan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Ajaran tentang cinta kasih tanpa diskriminasi mendorong penghormatan terhadap martabat manusia, nilai yang menjadi fondasi utama negara hukum dan demokrasi Indonesia.
Dalam konteks ini, ujar Gus Falah, semangat Natal memperkuat etika sosial yang diperlukan untuk melawan kekerasan, dan dehumanisasi.
“Semangat persaudaraan dan perdamaian yang diusung Natal juga bersesuaian dengan sila ketiga, Persatuan Indonesian ,” ujarnya.
Dalam dimensi keadilan sosial, pesan Natal tentang kepedulian terhadap kaum miskin dan tertindas memiliki resonansi kuat dengan sila kelima Pancasila, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang juga sejalan dengan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News



