Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img
BerandaDaerahDaerah Khusus Jakarta6.050 Ijazah Diputihkan, Pram Soroti Masalah Ekonomi Jakarta

6.050 Ijazah Diputihkan, Pram Soroti Masalah Ekonomi Jakarta

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuntaskan program pemutihan 6.050 ijazah hingga akhir Desember 2025. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI dan Baznas-Bazis Provinsi Jakarta dengan total anggaran mencapai Rp14,9 miliar.

Dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam membantu warga yang terkendala ekonomi.

“Sampai dengan tahun 2025 ini, Pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan Baznas dan Bazis, telah memutihkan 6.050 ijazah, yang nilainya kurang lebih 14,9 miliar rupiah,” tutur Pram.

Ijazah Tertahan Hingga 17 Tahun karena Ekonomi

Pramono mengaku terharu melihat banyaknya warga yang baru bisa mengambil ijazah setelah bertahun-tahun. Mayoritas ijazah tersebut tertahan karena masalah keuangan.

“Peristiwa ini selalu buat saya pribadi adalah mengharukan. Tadi ada yang 5 tahun, ada yang 2 tahun, 3 tahun tidak bisa mengambil ijazah. Pasti persoalan utamanya adalah karena masalah finansial,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahap kelima pemutihan ini bahkan ditemukan penerima yang ijazahnya tertahan selama 17 tahun.
“Tadi ada yang sampai ijazahnya tertahan 17 tahun. Sekarang bapak-bapaknya tadi umurnya sudah 50 tahun dan ijazahnya itu tulisannya bukan SLTA tapi masih SMU,” kata Pram.

Potret Kesenjangan Pendidikan di Ibu Kota

Menurut Pram, kasus ini mencerminkan masih adanya kesenjangan pendidikan di Jakarta. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan setiap warga mendapatkan haknya atas ijazah.

“Pemerintah DKI Jakarta hadir untuk itu. Untuk bisa memberikan ruang kesempatan bagi siapa pun agar bisa mendapatkan ijazah. Karena ijazah itu adalah hak saudara-saudara sekalian,” tegasnya.

Program ini akan terus berlanjut pada tahun 2026 dengan sasaran jumlah penerima yang kurang lebih sama.
“Untuk tahun depan, mudah-mudahan kurang lebih sama dengan apa yang kami lakukan di tahun 2025. Kalau bisa 6.000 menurut saya cukup bagus. Jadi berapa pun akan kami lakukan,” ujarnya.

Pemprov DKI Siapkan Dukungan untuk Madrasah

Selain sekolah negeri dan swasta, Pemprov DKI juga memberikan perhatian khusus kepada madrasah. “Ternyata di madrasah hari ini 1.000 lebih dari sekian ribu yang dibagikan untuk pemutihan ijazah. Artinya memang di semua sekolah tingkatan, baik negeri, swasta, maupun yang sederajat, terutama madrasah, akan mendapatkan perhatian,” tutur Pram.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menambahkan bahwa pada tahap kelima tahun ini bantuan diberikan kepada 2.753 siswa.
“Pada hari ini akan diberikan bantuan pemutihan ijazah sebanyak 2.753 siswa, yang terdiri dari 1.488 siswa dari sekolah swasta dan 1.265 siswa dari madrasah,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2025, Pemprov mencatat pemutihan berlangsung dalam lima tahap. Tahap pertama menjangkau 117 siswa, tahap kedua 371 siswa, tahap ketiga 820 siswa, tahap keempat gelombang pertama 744 siswa, dan gelombang kedua 1.238 siswa.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments