Minggu, Maret 15, 2026
spot_img
BerandaRagamMenyamar Jadi Pramugari, Berikut Motif Wanita Ini

Menyamar Jadi Pramugari, Berikut Motif Wanita Ini

Energi Juang News, Jakarta-Seorang wanita bernama Khairun Nisa menarik perhatian publik karena menyamar menjadi pramugari Batik Air. Penyamaran Khairun Nisa terbongkar oleh corak yang berbeda pada rok yang dipakainya.

Kronologi Penyamaran Pramugari Palsu Batik Air

Saat penerbangan rute Palembang-Jakarta pada 6 Januari 2026, dia duduk di kursi penumpang. Kru pesawat mencurigainya karena Nisa kelabakan saat ditanya soal diklat pramugari.

Pada saat di pesawat, salah satu kru tanya ke dia, ‘Mbak diklat tahun berapa?’ bingung dia, akhirnya gelagapan. Di situ ketahuannya,” kata Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ipda Septian, Kamis (8/1/2026).

Bukan itu saja yang membuat kru Batik Air curiga. Motif rok yang dikenakan oleh Nisa ini tidak sama dengan standar milik pramugari Batik Air.

Nisa Jadi Korban Penipuan dan Imbauan Resmi Batik Air

Wanita atas nama Khairun Nisa ditegur oleh cabin crew pesawat Batik Air karena diduga memiliki warna corak rok pramugari Batik yang berbeda dengan rok yang dikeluarkan oleh perusahaan PT Lion Group,” jelasnya.

Baca juga : Nisa, Pramugari Palsu Yang Akhirnya Peroleh Pendidikan Pramugari Gratis

Pihak kru maskapai penerbangan kemudian menghubungi aviation security (avsec). Saat pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Nisa kemudian dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Barang Bukti dan Status Hukum Khairun Nisa

Septian menambahkan wanita tersebut tidak sampai ditahan. Pihak maskapai, kata Septian, juga tidak menempuh jalur hukum.

Polisi mengungkap asal-usul sejumlah properti milik Khairun Nisa setelah aksi penyamarannya sebagai pramugari Batik Air terbongkar. Properti tersebut mulai seragam, tanda pengenal, hingga koper yang dibelinya melalui online shop (olshop).

“Jadi barang-barang itu benar, ada ID card, seragam, itu semua dia beli di toko online,” ujar Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ipda Septian saat dihubungi detikcom, Kamis (8/1).

Adapun barang-barang milik Nisa yang diamankan antara lain seragam ‘pramugari’ berupa kebaya putih dan rok batik warna ungu, sepasang sepatu wedges, ID card, koper hitam, dan tas keci lbertulisan ‘Batik Air.

Septian mengatakan perbuatan Nisa ini tidak mengandung unsur pidana, sehingga dia tidak ditahan. Di sisi lain, kata dia, pihak maskapai penerbangan juga tidak mempermasalahkan lebih lanjut.

“Intinya, yang bersangkutan tidak ditahan karena tidak ada unsur, hanya pakaian dan barang-barangnya diamankan. Pihak Batik Air juga sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut,” imbuhnya.

Penyamaran wanita bernama Khairun Nisa yang seolah-olah pramugari Batik Air akhirnya terbongkar. Khairun Nisa mengaku berpura-pura menjadi pramugari hanya karena ingin menyenangkan hati orang tuanya.

“Rencananya hanya untuk menyenangkan orang tuanya saja,” kata Kasi Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta Ipda Septian saat dihubungi detikcom, Kamis (8/1).

Septian menjelaskan wanita asal Palembang, Sumatera Selatan, ini pernah melamar menjadi pramugari pada Maret 2025. Orang tuanya sampai mengeluarkan uang puluhan juta demi anaknya menjadi seorang pramugari.

Tapi ternyata Khairun Nisa tidak lulus. Demi menyenangkan hati orang tuanya itu, dia kemudian berdandan seperti pramugari Batik Air.

Nisa Jadi Korban Penipuan dan Imbauan Resmi Batik Air

“Jadi dia dulu pernah daftar pramugari dan ortunya sudah mengeluarkan uang, cuma dia nggak lulus. Jadi dia mau nunjukin ke keluarganya makanya dia pakai baju itu,” jelasnya.

Batik Air pun buka suara terkait seorang wanita bernama Khairun Nisa viral menyamar sebagai pramugari. Polisi mengungkap Nisa merupakan korban penipuan dengan modus janji palsu menjadi seorang pramugari dengan membayar uang Rp 30 juta.

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihanto, meminta masyarakat waspada terkait segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Batik Air. Ia mengatakan perusahaan hanya menyampaikan penawaran pekerjaan dari kanal resmi.

Batik Air mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Batik Air, termasuk: pihak yang mengaku sebagai awak kabin, karyawan, atau perwakilan Batik Air, permintaan uang, transaksi, atau data pribadi melalui jalur tidak resmi, penawaran tiket, promosi, atau kerja sama yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujar Danang dalam keterangannya, Kamis (8/1).

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments