Energi Juang News, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan besar dengan para tokoh kampus di Istana Negara, Jakarta. Ribuan rektor, dekan, dan guru besar memadati acara pagi ini. Prabowo siap sampaikan pidato penting.
Undangan untuk 1.200 Akademisi
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie konfirmasi kehadiran massal. “Bapak Presiden mengumpulkan sekitar 1.200 (orang) pada hari ini, jadi banyak sekali yang hadir,” kata Stella di Istana Kepresidenan pada Kamis pagi.
Peserta datang dari universitas negeri dan swasta. Mereka wakili rektor, dekan, serta guru besar nasional.
Sejarah Baru di Era Prabowo
Stella tekankan ini bukan pertemuan pertama. “Yang pertama sudah terjadi tahun lalu, dan sepanjang pengetahuan saya, sepanjang sejarah ini, tidak pernah seorang Presiden mengumpulkan para akademisi dari universitas,” ucap dia.
Prabowo kini geser fokus ke ilmu sosial humaniora. Sebelumnya, dia prioritaskan sains dan teknologi.
Perhatian Khusus Sosial Humaniora
Stella yakinkan bidang ini tak terabaikan. “Jadi kepada para saudara-saudara akademisi yang merasa mungkin agak khawatir bahwa sosial humaniora tidak perhatikan, tidak benar,” ujarnya.
Pertemuan ini tunjukkan komitmen Prabowo. Dia dorong perguruan tinggi dukung Asta Cita pemerintahannya.
Penolakan dari Beberapa Guru Besar
Tak semua terima undangan. Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) Masduki tolak hadir. “Forum itu hanya seremonial, formalitas, dan menggunakan pendekatan top down atau presiden dominan,” kata Masduki saat dihubungi pada Rabu, 14 Januari 2026.
Masduki khawatir acara jadi ajang pencitraan. Peserta sulit kritik terbuka atau beri masukan nyata.
Redaksi Energi Juang News



