Energi Juang News, Jakarta— Ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja berbondong-bondong meminta bantuan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh untuk bisa kembali ke tanah air. Mereka baru saja keluar dari jeratan sindikat penipuan daring yang telah lama mempekerjakan mereka di bawah tekanan.
Lonjakan Permintaan Pulang dari Korban Online Scam
Dubes Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mengungkapkan adanya peningkatan tajam permintaan fasilitas deportasi dalam beberapa hari terakhir. Hal ini terjadi setelah pemerintah Kamboja di bawah Perdana Menteri Hun Manet memperkuat langkah pemberantasan terhadap sindikat penipuan daring.
“Selama dua hari terakhir, sudah terdapat 308 WNI yang melapor secara walk-in ke KBRI setelah dikeluarkan dari sindikat penipuan daring,” ujar Dubes Santo, Senin (19/1/2026).
Baca juga : Prabowo Dinilai Pantas Jadi Penengah Panasnya Konflik Thailand-Kamboja
Jumlah Korban Terus Bertambah
Dalam catatan KBRI Phnom Penh, sepanjang Januari 2026 sudah ada 375 WNI yang datang melapor setelah keluar dari jaringan online scam tersebut. Sebanyak 243 orang tercatat datang hanya dalam kurun waktu dua hari pada 16-17 Januari, disusul tambahan 65 orang lagi pada 18 Januari.
Menurut Dubes Santo, sebagian besar dari mereka dalam kondisi aman dan sehat, namun menghadapi persoalan administratif yang berbeda-beda. “Ada yang pegang paspor, ada yang paspornya disita sindikat. Beberapa mengalami overstay, dan sebagian masih punya izin tinggal yang valid di Kamboja,” jelasnya.
Ada yang Masih Bertahan di Kamboja
Menariknya, tidak semua WNI ingin segera pulang. Beberapa di antara mereka disebut masih ingin mencoba peruntungan mencari pekerjaan lain di Kamboja, meski baru keluar dari situasi sulit.
Santo menegaskan bahwa KBRI akan tetap memberikan pendampingan dan memfasilitasi proses pemulangan sesuai prosedur standar seperti yang telah dilakukan terhadap ribuan WNI sebelumnya. “KBRI Phnom Penh terus berkoordinasi dengan otoritas Kamboja dan pihak berwenang di Indonesia agar proses deportasi berjalan lancar,” ujarnya.
Seruan untuk Tidak Tergiur Tawaran Pekerjaan Abal-abal
Dubes Santo mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak mudah tergoda dengan tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji besar tanpa kejelasan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melibatkan diri dalam aktivitas ilegal, termasuk sindikat penipuan daring. Keamanan dan keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegasnya.
Redaksi Energi Juang News



