Energi Juang News, Jakarta- Indonesia tengah bersiap menyambut kedatangan jet tempur mutakhir Rafale dari Prancis yang direncanakan tiba pada akhir Januari 2026. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa jadwal kedatangan batch pertama armada tersebut masih bersifat tentatif karena menyesuaikan dengan kesiapan teknis dan koordinasi kedua negara.
Karo Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan kepada wartawan, Rabu (20/1/2026), bahwa proses kedatangan Rafale akan menjadi tonggak penting dalam program penguatan alat utama sistem senjata (alutsista) nasional.
Rencana Kedatangan Rafale Masih Tentatif
Menurut Rico, jika semua proses berjalan lancar, kelompok pertama jet tempur Rafale dijadwalkan tiba di Indonesia pada penghujung Januari 2026. Ia menambahkan bahwa tahap awal ini merupakan bagian dari proses pengenalan serta integrasi Rafale dalam sistem TNI Angkatan Udara.
“Apabila tidak ada perubahan, batch awal direncanakan tiba pada akhir Januari 2026 dan akan menjadi bagian dari tahapan awal pengenalan serta integrasi alutsista tersebut di lingkungan TNI AU,” ujar Rico.
Detail Teknis Masih Dirahasiakan
Meski publik antusias menanti, pihak Kemhan belum mengungkap rincian terkait jumlah unit maupun detail teknis lain mengenai kedatangan Rafale. Rico menekankan bahwa informasi tersebut akan disampaikan setelah seluruh proses koordinasi dan persiapan dinyatakan final.
“Untuk jumlah unit dan detail teknis kedatangan, akan kami sampaikan lebih lanjut pada waktu yang tepat setelah seluruh proses koordinasi dan persiapan dinyatakan final,” jelasnya.
Redaksi Energi Juang



