Energi Juang News,Aceh Timur- Balum Bili adalah sejenis makhluk halus yang dipercayai oleh masyarakat pesisir provinsi Aceh menghuni perairan sungai, muara sungai dan perairan pantai.
Dalam tradisi lokal masyarakat tradisional di Aceh, makhluk ini berupa setan yang tidak bisa dilihat oleh mata. Sewaktu-waktu makhluk ini menampakkan wujudnya pada manusia dalam bentuk serupa hamparan tikar berwarna merah yang melayang di permukaan air. Bagi masyarakat yang berdomisili di pantai utara bagian timur Aceh makhluk ini dinamai pula dengan Balum Beude.
Seperti kisah Pemuda desa berikut ini, menggambarkan betapa mitos itu pernah dialami.
Suatu sore pada tahun 1998, seorang pemuda bernama Rahmat sedang memeriksa jaring ikannya di tepi sungai. Air terlihat tenang, hanya riak kecil yang bergerak mengikuti arus.
Tiba-tiba ia melihat sesuatu mengapung di tengah sungai.
“Eh… itu apa?” gumamnya.
Benda itu terlihat seperti gulungan tikar yang hanyut perlahan.
Rahmat memanggil temannya yang berada tidak jauh darinya.
“Din! Coba lihat itu!”
Udin berjalan mendekat sambil menyipitkan mata.
“Kayak tikar hanyut ya?”
“Mana ada tikar hanyut dari hulu begini?”
Keduanya menatap benda itu yang perlahan mendekat ke tepian.
Anehnya, gulungan itu seperti bergerak sendiri melawan arus.
Udin mulai merasa tidak enak.
“Mat… kita pulang saja.”
Rahmat masih penasaran.
“Tunggu dulu, mungkin ada orang buang barang ke sungai.”
Namun saat benda itu semakin dekat, tiba-tiba gulungan tersebut membuka sedikit seperti sesuatu yang hidup.
Udin langsung berteriak.
“LARI MAT! LARI!”
Keduanya berlari meninggalkan tepian sungai dengan jantung berdebar keras.
Sesampainya di kampung, mereka menceritakan kejadian itu kepada seorang tetua desa bernama Pak Usman.
Pria tua itu langsung terdiam ketika mendengar cerita mereka.
“Kalian lihat gulungan seperti tikar merah?” tanya Pak Usman perlahan.
Rahmat mengangguk.
Sosok hantu Balum Bili ini konon katanya penunggu asli aliran sungai Krueng Arakundo bagian Aceh Timur. Balum Bili dikenal oleh masyarakat sebagai jelmaan hantu air yang sering berubah-ubah wujudnya alias tak tentu apa sosok aslinya.
Pada tahun 1998 suatu kejadian kadang Balum Bili menjelma seperti gulungan tikar yang hanyut mengikuti aliran sungai, kadang saksi juga mengatakan hantu ini menjelma sebagai potongan kayu yang seolah tak ada sedikitpun bahaya padahal konon katanya itu semua hanyalah trik dari hantu ini untuk menipu mangsanya (manusia).
Biasanya Balum Bili ini bisa menjadi apapun yang bisa menipu pandangan manusia, lalu kemudian benda tersebut menepi mendekati manusia yang sedang beraktifitas dekat sungai selanjutnya benda tersebut akan menggulung manusia dan menariknya ke dasar sungai.
Menurut cerita masyarakat pesisir Aceh, Balum Bili adalah makhluk gaib yang menghuni sungai, muara, dan perairan pantai.
Makhluk ini jarang terlihat dalam wujud aslinya.
Biasanya ia hanya muncul sebagai benda biasa yang mengapung di air.
Kadang seperti kayu hanyut.
Kadang seperti tikar.
Kadang bahkan seperti sampah biasa.
Namun semuanya hanyalah tipu daya.
Pak Usman menjelaskan kepada Rahmat dan Udin.
“Makhluk itu pandai menipu manusia.”
“Jika ada orang mendekat, ia akan menggulung tubuh korban dan menariknya ke dasar sungai.”
Rahmat merinding mendengar cerita itu.
“Sudah pernah ada yang jadi korban, Pak?”
Pak Usman mengangguk pelan.
“Beberapa orang.”
Ia kemudian menambahkan dengan suara berat.
“Tubuh mereka ditemukan beberapa hari kemudian.”
“Dengan kondisi… tidak utuh.”
Konon katanya para korban dari Balum Bili ini akan ditemukan beberapa hari kemudian dengan kondisi mengenaskan yakni akan kehilangan beberapa organ tubuhnya seperti bola mata, organ dalam seperti hati dan ginjal dan lain sebagainya. Sebab dari kisah legenda Balum Bili ini banyak warga yang masih mempercayai kehadiran sosok tersebut sebagai pertanda bahwa sungai tersebut sudah tercemar dan Balum Bili hadir sebagai peringatan kepada manusia yang menyalah gunakan air sungai.
Ada yang unik dari kisah Balum Bili ini, yakni konon katanya sosok misterius tersebut biasanya akan takut dengan suara senapan. Jadi ketika ada seseorang yang sedang terperangkap oleh hantu ini kita perlu melepaskan tembakan ke udara supaya suara senapan tersebut menghantam udara dan pecah terdengar ke seluruh bantaran sungai. Jika sudah melepaskan tembakan, konon sosok tersebut akan lari ke persembunyiannya dan tidak akan muncul lagi dalam kurun waktu yang relatif lama.
Redaksi Energi juang News



