Energi Juang News,Solo- Kisah mistis Pabrik Gula Gembongan hingga kini masih menjadi perbincangan hangat warga Kartasura, Sukoharjo. Meski bangunan tua itu telah bertransformasi menjadi kawasan wisata megah, berbagai cerita menyeramkan yang lahir dari masa lalunya tetap hidup dalam ingatan masyarakat.
Berdiri sejak akhir abad ke-19 pada masa kolonial Belanda, pabrik ini pernah menjadi saksi kesibukan ribuan pekerja. Namun ketika aktivitas produksi berhenti dan bangunan perlahan ditinggalkan, suasana sunyi mulai melahirkan berbagai cerita yang sulit dijelaskan dengan logika.
Salah satu kisah yang paling sering terdengar adalah penampakan anak-anak misterius yang bermain di sekitar area pabrik saat malam hari. Warga mengaku mendengar suara tawa riang dan langkah kaki kecil berlarian di antara bangunan kosong yang gelap.
“Padahal waktu itu sudah lewat tengah malam,” ujar Pak Wiryo, warga sekitar. “Saya dengar anak-anak tertawa, tapi setelah dicari, tidak ada siapa pun di sana.”
Menurut cerita yang berkembang, sosok-sosok kecil itu sering terlihat sekilas di lorong atau halaman pabrik. Ketika seseorang mencoba mendekat, mereka mendadak menghilang seperti ditelan kegelapan malam.
Keangkeran tempat ini semakin dikenal setelah salah satu stasiun televisi nasional memilihnya sebagai lokasi syuting acara uji nyali. Saat itu, bangunan pabrik masih terbengkalai dan dipenuhi ruangan kosong yang membuat suasana terasa begitu mencekam.
Tidak hanya suara tawa anak-anak, beberapa warga juga mengaku sering mendengar bunyi mesin tua yang seolah kembali bekerja. Dentingan besi beradu dan suara langkah kaki terdengar dari dalam bangunan meski tidak ada aktivitas manusia sama sekali.
“Saya pernah mendengar suara roda besi berputar,” kata seorang penjaga malam. “Ketika saya periksa, semua ruangan kosong dan gelap gulita.”
Area cerobong tua disebut sebagai titik paling angker. Banyak warga mengaku melihat bayangan hitam bergerak perlahan di sekitar jendela dan dinding bangunan. Sosok itu muncul sesaat lalu lenyap sebelum sempat dikenali.
“Jangan lama-lama berdiri dekat cerobong kalau malam,” pesan seorang warga lanjut usia. “Kadang ada bayangan yang mengawasi dari atas.”
Kini Pabrik Gula Gembongan telah menjelma menjadi The Heritage Palace yang ramai dikunjungi wisatawan. Namun di balik kemegahan bangunan bersejarah itu, cerita tentang tawa anak-anak tanpa wujud, suara mesin gaib, dan bayangan hitam masih terus diwariskan dari mulut ke mulut. Benar atau tidak, misteri itulah yang membuat nama Pabrik Gula Gembongan tetap hidup sebagai salah satu legenda angker paling terkenal di Sukoharjo.
Redaksi Energi Juang News



