Energi Juang News, Jakarta- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke Beijing, China, di tengah dinamika geopolitik yang memanas. Agenda ini menjadi bagian dari upaya diplomasi yang lebih luas.
Kunjungan tersebut juga berlangsung menjelang rencana pertemuan penting antara pemimpin global dalam waktu dekat.
Bahas Hubungan dan Situasi Global
Araghchi dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan, kedua pihak akan membahas hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional.
Pertemuan ini dinilai penting, mengingat China merupakan mitra strategis Iran. Negara tersebut juga tercatat sebagai pembeli terbesar minyak mentah dari Teheran.
Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan
Dalam beberapa pekan terakhir, Araghchi aktif melakukan tur diplomatik ke sejumlah negara. Langkah ini bertujuan menggalang dukungan internasional sekaligus meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Di sisi lain, pemerintah China berulang kali menyerukan agar konflik yang melibatkan Iran segera dihentikan melalui jalur diplomasi. Bahkan, Presiden AS Donald Trump sempat mendorong Beijing untuk membantu membawa Iran ke meja perundingan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga meminta China menyampaikan kepada Iran bahwa kebijakan mereka berisiko membuat negara tersebut semakin terisolasi di tingkat global.
Berdekatan dengan Agenda Besar Dunia
Kunjungan Araghchi ke Beijing berlangsung sekitar sepekan sebelum rencana lawatan Presiden AS Donald Trump ke China. Dalam kunjungan itu, Trump diperkirakan akan bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping.
Sebelum bertolak ke China, Araghchi lebih dulu mengunjungi Rusia. Ia bertemu Presiden Vladimir Putin untuk membahas hubungan bilateral serta isu kawasan, termasuk ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Redaksi Energi Juang News



