Energi Juang News, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan ribuan kesempatan kerja melalui program khusus untuk membantu warga menghadapi tekanan ekonomi. Program ini ditujukan sebagai bantalan sosial agar masyarakat tetap memiliki penghasilan di tengah kondisi yang menantang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah tersebut setelah melakukan pembahasan khusus terkait situasi ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Pemprov DKI Sediakan 2.843 Posisi Kerja
Pramono mengumumkan bahwa Pemprov DKI Jakarta membuka sebanyak 2.843 lowongan kerja melalui skema padat karya. Para pekerja yang diterima akan memperoleh upah setara Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.
Menurut dia, program tersebut dirancang agar lebih banyak warga memiliki kesempatan bekerja sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Skema padat karya supaya orang bisa bekerja. Kami membuka kurang lebih 2.843 lowongan dan mereka digaji setara dengan UMP di DKI Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Program Berjalan Tiga Bulan
Pramono menjelaskan, program padat karya itu akan dijalankan selama tiga bulan pada tahap awal. Pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaannya sebelum memutuskan kemungkinan perpanjangan.
Ia menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan bantalan sosial bagi warga yang membutuhkan pekerjaan.
“Tiga bulan pertama akan kami jalankan. Setelah itu akan kami lihat kembali sesuai perkembangan situasi yang ada,” ujarnya.
Syarat Utama Cukup Memiliki KTP Jakarta
Untuk mengikuti program ini, warga hanya perlu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta. Namun, pemerintah daerah belum merinci mekanisme pendaftaran maupun jadwal pelaksanaannya.
Pramono menyebut ribuan lowongan tersebut diprioritaskan bagi keluarga yang membutuhkan dukungan ekonomi melalui program bantalan sosial.
“Syaratnya hanya satu, yaitu KTP Jakarta,” katanya.
Redaksi Energi Juang News



