Energi Juang News, Jakarta- Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, menanggapi sorotan publik terkait proses seleksi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Perbincangan muncul setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan peserta menjalani pelatihan dengan atribut dan pola kegiatan yang dinilai menyerupai pendidikan semimiliter.
Menurut Joao, Agrinas tidak terlibat dalam tahapan perekrutan maupun pelatihan peserta. Perusahaan hanya akan menerima kandidat yang telah dinyatakan lolos hingga tahap akhir untuk kemudian bergabung sebagai tenaga kerja kontrak.
Agrinas Sebut Pelatihan Penting untuk Pembentukan Karakter
Joao menjelaskan, dari sudut pandangnya, pelatihan dasar yang diberikan kepada peserta memiliki tujuan membangun karakter kebangsaan atau nation character building. Ia menilai pendekatan tersebut masih relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“Kalau saya penerima atau pengguna akhirnya. Nanti kami yang menerima mereka setelah proses selesai,” ujar Joao kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Ia menambahkan, pembentukan karakter menjadi aspek penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang akan terlibat dalam penguatan koperasi di Indonesia.
Dikaitkan dengan Amanat Konstitusi
Joao menilai penguatan koperasi sejalan dengan arah ekonomi yang diamanatkan konstitusi. Menurutnya, selama puluhan tahun perkembangan ekonomi nasional lebih banyak bergerak dalam mekanisme pasar bebas.
Karena itu, ia memandang penguatan karakter kebangsaan relevan untuk mendukung upaya mengembalikan peran koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi nasional.
Ia juga menyoroti minimnya pendidikan koperasi di perguruan tinggi saat ini. Kondisi tersebut, kata Joao, membuat pembentukan pemahaman dan karakter terkait ekonomi koperasi menjadi semakin penting.
Rekrutmen Dikelola BKN dan Kementerian PAN-RB
Joao menjelaskan proses rekrutmen calon manajer Koperasi Desa Merah Putih diselenggarakan oleh pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
Sementara itu, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dilakukan dengan dukungan Kementerian Pertahanan. Joao menyebut pola tersebut serupa dengan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang pernah dijalankan sebelumnya.
“Setahu saya yang menyelenggarakan BKN bersama PAN-RB. Dalam proses pelatihannya mereka meminta bantuan Kementerian Pertahanan,” kata Joao.
Ia memastikan peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan seleksi nantinya akan direkrut sebagai pegawai kontrak di PT Agrinas Pangan Nusantara.
Redaksi Energi Juang News



