Minggu, Juni 21, 2026
spot_img
BerandaPolitikTitiek Soeharto Tinjau Tambak Udang Napi Nusakambangan

Titiek Soeharto Tinjau Tambak Udang Napi Nusakambangan

Energi Juang News, Cilacap- Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto meninjau kawasan budidaya udang di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (20/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog langsung dengan warga binaan yang terlibat dalam berbagai kegiatan produktif di area tambak.

Kunjungan itu menjadi bagian dari pemantauan program pemberdayaan dan ketahanan pangan yang saat ini dikembangkan di kawasan pemasyarakatan Nusakambangan.

Titiek Soeharto Tanyakan Manfaat Program bagi Warga Binaan

Saat berada di kawasan Bantar Panjang, Titiek menyaksikan aktivitas budidaya udang Vaname yang dikelola dengan melibatkan para narapidana. Ia kemudian berbincang dengan salah seorang warga binaan mengenai kegiatan yang dijalani sebelum program tersebut berjalan.

“Yang mengerjakan ini warga binaan, ya. Biasanya kalau masih di dalam lapas ngapain saja?” tanya Titiek.

“Nggak ngapa-ngapain,” jawab warga binaan tersebut.

Titiek lalu menanyakan tanggapan mereka setelah memiliki aktivitas rutin melalui program budidaya udang.

“Sekarang ada kegiatan seperti ini, senang nggak?” ujarnya.

“Senang, Bu,” jawab warga binaan.

Dalam kesempatan itu, Titiek juga menyinggung insentif yang diterima peserta program. Seorang warga binaan mengaku memperoleh premi sebesar Rp25 ribu per hari.

Menurut Titiek, nilai tersebut cukup membantu karena jika dikalkulasikan dalam sebulan bisa mencapai sekitar Rp750 ribu.

Produksi Udang Berpotensi Dapat Bonus

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto yang turut mendampingi kunjungan tersebut mengatakan pihaknya menyiapkan skema bonus apabila hasil produksi meningkat.

“Nanti kalau hasil produksinya lebih bagus, akan ada bonus,” kata Agus.

Saat ini, kawasan budidaya udang Vaname di Bantar Panjang memanfaatkan lahan seluas 20 hektare. Di area tersebut terdapat 20 kolam aktif yang menampung sekitar 11 juta benur.

Baca juga :  Kunjungi Pesantren LDII, Paramitha Bertekad Jadi Pemimpin Semua Golongan

Sementara di kawasan Pasir Putih, tersedia lahan budidaya udang seluas 20 hektare dengan 14 kolam. Sejak awal 2025 hingga pertengahan 2026, Nusakambangan tercatat telah menghasilkan panen perdana udang Vaname sebanyak 165 ton.

Nusakambangan Dikembangkan Jadi Sentra Pelatihan dan Produksi

Transformasi Nusakambangan menjadi kawasan produktif merupakan program yang digagas Menteri Agus Andrianto setelah dirinya bergabung dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Langkah tersebut berawal dari temuan mengenai banyaknya aset pemasyarakatan yang belum dimanfaatkan secara optimal atau berstatus lahan idle. Pemerintah kemudian mengembangkan berbagai program pelatihan kerja dan usaha produktif agar warga binaan memiliki keterampilan yang bisa digunakan setelah bebas.

Sejumlah fasilitas yang kini beroperasi di Nusakambangan antara lain workshop produksi batako dan paving block berbahan fly ash bottom ash (FABA), balai latihan kerja konveksi, pengolahan pupuk organik, budidaya ikan sidat, hingga pengelolaan sampah.

Selain itu, kawasan tersebut juga mengembangkan budidaya ikan nila, lele, dan bawal, tambak udang Vaname, peternakan sapi, domba, serta unggas. Program lain yang berjalan mencakup pelintingan rokok, produksi tepung mocaf, dan budidaya anggrek.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap warga binaan memperoleh keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat serta mengurangi risiko mengulangi tindak pidana setelah bebas.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments