Senin, Juni 29, 2026
spot_img
BerandaInternasionalGelombang Panas Ekstrem Masih Terjang Eropa

Gelombang Panas Ekstrem Masih Terjang Eropa

Energi Juang News, Jakarta – Gelombang panas ekstrem masih menerjang wilayah Eropa. Suhu panas yang menembus lebih dari 35 derajat Celsius  meningkatkan angka kematian hingga mengganggu pasokan energi.

Prancis dan Spanyol menjadi dua negara yang mencatat dampak paling serius. Di saat yang sama, jutaan penduduk di berbagai negara Eropa masih menghadapi cuaca panas yang diperkirakan belum sepenuhnya mereda.

Badan Kesehatan Masyarakat Prancis melaporkan lebih dari 1.000 kematian tambahan sejak 24 Juni saat gelombang panas melanda sebagian besar wilayah negara tersebut.

Dalam keterangannya, badan tersebut menyebut, “Sejak 24 Juni, sekitar 1.000 kematian tambahan (angka yang belum dikonsolidasikan) telah diamati dibandingkan dengan kematian yang tercatat pada bulan-bulan sebelumnya,” dilansir AFP, Minggu (28/6). Sebanyak 85 persen korban berusia 65 tahun ke atas dan banyak meninggal di rumah, terutama di kawasan Ile-de-France yang mencakup Paris. Otoritas kesehatan juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kelompok rentan.

“Pengamatan ini menjadi pengingat akan perlunya tindakan solidaritas terhadap orang-orang yang terisolasi atau mengalami kesepian yang mendalam, termasuk di daerah-daerah yang sangat urban.”

Di Spanyol, sistem pemantauan kematian MoMo memperkirakan gelombang panas berkontribusi terhadap 212 kematian tambahan pada 21 hingga 24 Juni 2026. Data tersebut menggunakan pendekatan excess mortality, yakni selisih antara jumlah kematian yang terjadi dengan angka yang diperkirakan berdasarkan rata-rata sebelumnya.

Sepanjang musim panas 2025, tercatat 3.832 kematian terkait panas, meningkat 87,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Gelombang panas tidak hanya melanda Prancis dan Spanyol. Analisis berdasarkan prakiraan cuaca Layanan Meteorologi Jerman dan proyeksi populasi menunjukkan sekitar 191 juta orang di Eropa diperkirakan mengalami suhu minimal 35 derajat Celsius pada Minggu (28/6).

Baca juga :  Indonesia dan Rusia Sepakati Sinergi Bilateral di Istana Konstantinovsky

Sekitar 381 juta orang diperkirakan menghadapi suhu di atas 30 derajat Celsius. Wilayah yang terdampak meliputi Jerman, Republik Ceko, Hongaria, Polandia, Italia, Austria, hingga Prancis. Jumlah warga terdampak di kawasan perkotaan diperkirakan lebih besar akibat efek pulau panas perkotaan.

Gelombang panas turut mengganggu sektor energi. Perusahaan energi Swiss, Axpo, menghentikan sementara operasional dua reaktor PLTN Beznau karena suhu Sungai Aare yang digunakan sebagai pendingin terus meningkat. “Suhu air pada Sungai Aare kembali mencapai 25 derajat Celsius kemarin dan hari ini. Kondisi pendinginan yang memadai belum terlihat akan tercapai,” kata Axpo. Di Prancis, EDF juga menutup beberapa reaktor nuklir untuk mencegah pembuangan air pendingin bersuhu tinggi ke sungai.

Sejumlah negara mengambil langkah antisipasi. Belanda untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan merah karena suhu diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius di sejumlah wilayah. “Situasinya berbahaya; ikuti arahan dari pemerintah dan layanan darurat,” demikian peringatan badan meteorologi Belanda, dilansir AFP, Sabtu (25/6). Operator kereta mengurangi layanan, sementara pemerintah meminta masyarakat membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

Gelombang panas juga mulai berdampak pada perekonomian Jerman. Menurut studi Allianz yang dikutip Deutsche Welle, suhu tinggi menekan produktivitas pekerja sekaligus meningkatkan biaya energi.Studi tersebut memperkirakan kerugian ekonomi Jerman pada 2026 hingga 2030 mencapai sekitar 131 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.353 triliun.

“Jerman harus berhenti menganggap panas sebagai masalah musiman, ini adalah tugas permanen kebijakan ekonomi,” ujar ekonom Allianz, Katharina Utermöhl.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments