Energi Juang News, Iran – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah aksi militer terbaru yang memicu perubahan agenda sejumlah pemimpin negara. Situasi tersebut mendorong penyesuaian jadwal kunjungan kenegaraan yang sebelumnya telah disusun.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian memutuskan mempercepat kepulangannya dari Irak menuju Teheran setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran. Keputusan itu diambil di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan.
Agenda Kunjungan Terpotong
Pezeshkian berada di Najaf, Irak, sejak awal pekan. Berdasarkan jadwal semula, ia akan menghadiri rangkaian prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang digelar di Irak.
Jenazah Khamenei dijadwalkan diarak menuju Kota Suci Najaf dan Karbala. Selain menghadiri prosesi tersebut, Pezeshkian juga telah menjadwalkan pertemuan tingkat tinggi dengan sejumlah pejabat pemerintah Irak.
Peti jenazah Khamenei tiba di Bandara Najaf pada Selasa (7/7/2026) malam. Namun, perkembangan situasi keamanan menyusul serangan Amerika Serikat membuat Presiden Iran mengakhiri kunjungannya lebih cepat dan kembali ke Teheran.
Serangan AS Sasar Sejumlah Wilayah Iran
Lembaga penyiaran pemerintah Iran melaporkan sebagian besar serangan Amerika Serikat di wilayah selatan Iran mengenai kawasan sipil. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban akibat serangan tersebut.
Militer Amerika Serikat diketahui kembali melancarkan serangan di kawasan Selat Hormuz. Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah kota di Iran dan menyebabkan beberapa warga mengalami luka-luka.
Media pemerintah Iran menyebut ledakan terjadi di sejumlah wilayah selatan, termasuk kota pelabuhan Bandar Abbas, Sirik, serta Pulau Qeshm.
Dermaga dan Infrastruktur Terdampak
Laporan media pemerintah Iran menyebut beberapa proyektil menghantam dermaga komersial di Sirik, dermaga nelayan di Desa Ziarat, serta kapal-kapal nelayan sipil di Bandar Abbas.
Selain itu, lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, melaporkan sebuah menara telekomunikasi di Bandar Abbas turut menjadi sasaran serangan.
Menurut IRIB, sejumlah warga mengalami luka akibat serpihan material yang beterbangan setelah serangan menghantam dermaga di Sirik.
Redaksi Energi Juang News



