Energi Juang News, Jakarta- Kerusakan parah pada jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, memaksa pemerintah melakukan pembongkaran demi alasan keselamatan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini menyiapkan langkah pemulihan sekaligus meminta pertanggungjawaban pihak yang diduga menjadi penyebab insiden tersebut.
Perencanaan pembangunan kembali jembatan masih disusun. Sementara itu, pemerintah memperkirakan nilai kerugian akibat kerusakan infrastruktur tersebut telah mencapai miliaran rupiah.
Kerugian JPO Tendean Masih Dalam Penghitungan
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan biaya pasti pembangunan ulang JPO belum dapat dipastikan karena kajian teknis masih berlangsung.
“Belum ada angka pasti karena perencanaan teknis masih berjalan. Namun, kerugian material akibat kerusakan ini diperkirakan sudah mencapai miliaran rupiah. Biaya akhirnya akan bergantung pada desain, spesifikasi, dan hasil kajian,” ujar Chico, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, anggaran pembangunan kembali JPO pada prinsipnya akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Namun, Pemprov juga membuka peluang pendanaan dari skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Selain itu, Pemprov DKI tengah berkomunikasi dengan perusahaan pemilik truk yang menabrak JPO. Langkah tersebut dilakukan untuk membahas bentuk pertanggungjawaban atas kerusakan fasilitas publik tersebut.
“Prioritas tetap menggunakan APBD sebagai bentuk tanggung jawab Pemprov dalam memelihara infrastruktur publik. Namun, kami juga membicarakan pertanggungjawaban perusahaan pemilik truk. Jika ada dukungan melalui CSR atau mekanisme lain, tentu akan dipertimbangkan untuk mempercepat pemulihan aset,” kata Chico.
Desain Baru Akan Tambah Pengaman Tinggi Muatan
Chico menjelaskan, Dinas Bina Marga masih menyusun rancangan teknis pembangunan ulang JPO. Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah penambahan sistem pengamanan tinggi muatan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menurutnya, proses perencanaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kajian teknis hingga penyusunan desain yang lebih aman. Pemerintah juga ingin memastikan JPO baru lebih kokoh, nyaman digunakan pejalan kaki, serta mampu mengurangi risiko kecelakaan di masa mendatang.
JPO Rusak Usai Ditabrak Truk Crane
Insiden bermula ketika sebuah truk crane menabrak JPO di Jalan Kapten Tendean pada Selasa (14/7/2026) pagi. Benturan tersebut menyebabkan struktur jembatan mengalami kerusakan berat sehingga harus dibongkar.
Akibat peristiwa itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat direkayasa selama proses penanganan. Kondisi lalu lintas kemudian kembali normal pada malam hari setelah pekerjaan di lokasi selesai.
Redaksi Energi Juang News



