Energi Juang News, Jakarta – Warga BSD City dan sekitarnya akan segera menikmati kemudahan akses menuju Jakarta dengan hadirnya Stasiun KRL Jatake yang direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2025. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero), pemerintah, dan pihak swasta, yaitu PT Bumi Serpong Damai Tbk melalui Sinar Mas Land.
Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 3.000 meter persegi yang terdiri dari tiga lantai. Desain stasiun ini dirancang oleh biro arsitektur Arkonin dengan mengusung gaya modern tropis dan tata ruang yang fungsional. Peron stasiun memiliki panjang 250 meter dan lebar masing-masing 6 meter.
Menariknya, pembangunan stasiun ini tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sinar Mas Land mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar untuk pembangunan stasiun ini. Selain itu, stasiun ini juga dilengkapi dengan panel surya untuk efisiensi penggunaan listrik.
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, menyatakan bahwa pembangunan Stasiun Jatake merupakan bagian dari pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD).
“Pembangunan Stasiun Jatake merupakan bagian dari pengembangan konsep TOD. Peletakan batu pertama telah dilakukan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, pada 30 Maret 2024. Targetnya, stasiun ini sudah dapat melayani perjalanan KRL di pertengahan 2025,” ujar Anne Purba, Vice President Public Relations KAI.
Stasiun Jatake akan menjadi pemberhentian baru antara Stasiun Cicayur dan Stasiun Parung Panjang, tepatnya berada di KM 37.045, dengan dilalui oleh dua jalur rel kereta. KRL yang melewati stasiun ini adalah rute Tanah Abang–Rangkasbitung atau Parung Panjang dengan interval 10 menit antar kereta.
Kehadiran Stasiun Jatake diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan dengan KRL, serta mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi massal sebagai upaya mengurangi emisi karbon dari kendaraan pribadi.
Selain Stasiun Jatake, PT KAI juga tengah mengembangkan Stasiun Tigaraksa dan Flyover Tenjo di antara Stasiun Tenjo dan Cikoya. Pengembangan ini dilakukan karena adanya peningkatan volume penumpang KRL di Stasiun Tigaraksa yang melayani 220 perjalanan KRL per hari.
Pada tahun 2021, Stasiun Tigaraksa melayani 817.723 pengguna, meningkat menjadi 1.197.030 pengguna di tahun 2022, dan mencapai 1.514.287 pengguna pada tahun 2023.
Dengan berbagai pengembangan ini, diharapkan mobilitas masyarakat di kawasan BSD City dan sekitarnya semakin mudah dan efisien, serta mendukung pengurangan kemacetan dan polusi di wilayah tersebut.
Redaksi Energi Juang News



