Energi Juang News, Jakarta— Warga Jabodetabek bersiap menyambut rute baru TransJabodetabek yang menghubungkan Blok M, Jakarta Selatan, dengan Alam Sutera, Tangerang Selatan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Gubernur Banten, Andra Soni, dijadwalkan meresmikan layanan ini pada 24 April 2025.
“Secara khusus nanti tanggal 24 saya dan Pak Wagub (Rano Karno) akan meresmikan bersama dengan Gubernur Banten (Andra Soni) jalur baru yaitu dari Blok M sampai dengan Alam Sutera,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menambahkan bahwa rute ini akan langsung beroperasi setelah peresmian. Namun, tarif resmi untuk rute ini belum diumumkan dan akan disampaikan langsung oleh Gubernur Pramono.
Sementara itu, warga menyambut baik kehadiran rute baru ini dan berharap tarifnya tetap terjangkau. Rini (23), seorang warga, berharap tarifnya setara dengan TransJakarta dalam kota, yakni Rp 3.500.
“Kalau aku sih pasti ekspektasinya tarifnya tetap sama kayak yang di dalam kota gitu, tetap tiga setengah (Rp 3.500) gitu meskipun sampai ke Alsut gitu,” tuturnya di Terminal Transjakarta Blok M.
Berbeda dengan Rini, Asrul memahami jika tarifnya sedikit lebih tinggi mengingat jarak tempuh yang lebih jauh. Ia berharap tarif berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 7.000.
“Mungkin kalau tarif di atas harga normalnya TransJakarta yang biasa di Jakarta mungkin masih oke sih naik sedikit karena jaraknya juga jauh. Kan biasanya Rp 3.500 kan, kalau misalnya mungkin lintas kota ada range untuk mungkin di Rp 5.000 sampai Rp 7.000 mungkin,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Banten terus berupaya memperluas jaringan transportasi umum lintas provinsi. Rute Blok M–Alam Sutera menjadi langkah awal dari rencana pembukaan lima rute baru yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan sekitarnya.
Sehingga dengan demikian, secara perlahan kami akan membuka ruas-ruas baru, rute-rute baru untuk menghubungkan TransJabodetabek yang sekarang ini secara perlahan akan kita bangun,” kata Pramono.
Dengan kehadiran rute ini, diharapkan waktu tempuh antara Jakarta dan Tangerang Selatan menjadi lebih efisien, serta dapat mengurangi kepadatan di moda transportasi lainnya seperti KRL.
Redaksi Energi Juang News



