Berita Energi Juang, Jakarta- Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menyimpan legenda dan kisah menyeramkan.
Suatu hari, warga Desa Ngebel hendak menggelar perayaan besar. Para pria desa pergi ke hutan untuk mencari hewan buruan, tetapi tak satu pun berhasil ditemukan. Salah satu dari mereka akhirnya terpenjara batang kayu, yang secara ajaib mengeluarkan darah. Ternyata, itu bukan batang kayu biasa, melainkan tubuh Naga Baruklinting yang tengah bertapa.
Tubuh naga tersebut dipotong-potong dan dijadikan hidangan pesta. Di tengah keramaian, datanglah seorang anak kecil berpakaian lusuh dan tubuh penuh luka. Warga enggan memberi makan, kecuali seorang nenek tua yang dengan ikhlas membagi sebungkus nasi lengkap dengan lauk.
Setelah makan, tubuh bocah berubah sehat dan kuat. Ia lalu memperingatkan sang nenek bahwa akan terjadi sesuatu yang besar, dan menyuruhnya naik ke lesung sambil membawa centong nasi jika terdengar seperti pengantar. Bocah itu kemudian menancapkan sebatang lidi ke tanah dan menantang anak-anak lain mencabutnya sebagai permainan.
Tak ada yang berhasil mencabut lidi tersebut, hingga akhirnya si bocah melakukannya sendiri. Tiba-tiba, udara menyembur dari tanah dan membanjiri desa hingga menenggelamkannya. Hanya si nenek dan bocah misterius itu yang selamat dengan menaiki lesung sebagai perahu dan mendayung menggunakan centong nasi.
Nenek itu kemudian menetap di tepi danau hingga akhir hayatnya. Ia dikenal sebagai Nyai Latung. Sedangkan bocah misterius tersebut diduga adalah jelmaan dari Naga Baruklinting, yang murka karena tubuhnya dijadikan santapan.
Danau yang terbentuk dari banjir besar itulah yang kini dikenal sebagai Telaga Ngebel—dan hingga kini, kisahnya masih hidup dalam budaya masyarakat Ponorogo.

Tak hanya legenda yang menyeramkan. Kisah yang beredar turun-temurun di desa Ngebel pun tak kalah menakutkan. Dahulu seorang pemuda dari Desa Ngebel sedang menjala ikan di danau tersebut. Ia menemukan seekor ular besar seukuran paha manusia. Tanpa berpikir panjang, ia membunuh dan berniat menguburkannya keesokan hari.
Namun malam itu, ia bermimpi datangi ular tersebut dan merasa dicekik hingga tak bisa berteriak. Mimpi itu terulang selama tujuh malam berturut-turut, sampai akhirnya sang pemuda meninggal dunia secara misterius di rumah sakit, tanpa ada penyebab yang jelas secara medis.
Tak hanya itu, warga juga mempercayai adanya peristiwa ganjil lainnya, seperti mobil yang tiba-tiba tercebur ke danau meski dalam kondisi perseneling netral dan rem tangan aktif—diduga karena ditarik oleh makhluk tak kasat mata.
Hingga hari ini masih banyak cerita-cerita diluar nalar tetap terjadi, dibalik cerita mistis yang terus mengakar dimasyarakat sekitar Telaga Ngebel. Hal itu semakin menambah citra angker Telaga Ngebel.
Redaksi Energi Juang News



