Energi Juang News, Jakarta- Bahrain dan Kuwait mengerahkan jet tempur untuk menyerang wilayah Iran. Ini merupakan tindakan pembalasan langsung pertama mereka terhadap Iran.
Media terkemuka Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui detail serangan tersebut, melaporkan bahwa serangan udara yang dilakukan awal bulan tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan drone dan rudal Iran, di antara situs-situs militer lainnya.
Dilansir Jerusalem Post, Senin (27/7/2026), sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada WSJ, bahwa kedua negara Teluk tersebut memiliki angkatan udara yang relatif kecil yang dilengkapi dengan pesawat AS dan Eropa, tetapi tidak bersedia membiarkan Teheran terus menyerang mereka tanpa balasan.
Sementara negara-negara seperti Oman dan Qatar selama bertahun-tahun telah mengejar kebijakan yang seimbang antara Iran dan Barat dan menunjukkan sedikit keinginan untuk menghadapi Teheran secara langsung. Demikian disampaikan oleh sumber-sumber tersebut kepada WSJ.
Menurut laporan WSJ tersebut, Arab Saudi juga bergabung dengan Uni Emirat Arab (UEA) dalam serangan terhadap Iran pada tahap awal perang, tetapi sekarang sedang mempertimbangkan kembali posisinya.
Laporan itu juga mengklaim bahwa Uni Emirat Arab, yang menyerang Iran beberapa kali di awal perang, memberikan informasi intelijen tentang target dan perlindungan udara defensif untuk serangan tersebut, sebuah tanda munculnya kerja sama Arab melawan Iran.
Sebelumnya pada awal pekan lalu, Iran melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain. Selain Bahrain dan Kuwait, sebuah rudal juga dilaporkan menghantam markas kelompok oposisi Kurdi Iran, Komaladi Erbil, di ibu kota Wilayah Kurdistan, Irak. Namun dalam dua hari terakhir, Iran memutuskan untuk menghentikan sementara serangannya ke AS, setelah Presiden Donald Trump kembali memberikan isyarat soal kelanjutan negosiasi.
Redaksi Energi Juang News




