Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah Venezuela memanggil Dubes Iran Ali Chegini setelah muncul pernyataan dari otoritas Teheran yang dinilai merendahkan pihak Caracas. Langkah ini menandai adanya ketegangan baru antara dua negara yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat.
Kementerian Luar Negeri Venezuela menyampaikan bahwa Dubes Iran Venezuela dipanggil ke kantor kementerian pada Selasa (28/7) waktu setempat. Pemanggilan itu dilakukan untuk menyampaikan nota protes atas pernyataan yang dianggap tidak pantas terhadap lembaga dan otoritas Venezuela.
“Duta Besar Republik Islam Iran untuk Venezuela dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Venezuela untuk menerima nota protes atas pernyataan yang merendahkan dan tidak pantas, yang ditujukan kepada lembaga serta otoritas Venezuela,” kata Kementerian Luar Negeri Venezuela dalam pernyataannya, dikutip AFP, Rabu (29/7/2026).
Pemerintah Venezuela tidak menjelaskan secara rinci pernyataan Iran yang menjadi pemicu protes tersebut.
Pernyataan Iran soal Venezuela Jadi Sorotan
Ketegangan ini muncul setelah sebuah video yang beredar secara daring memperlihatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Iran “bukanlah Venezuela” dalam konteks pembahasan mengenai negosiasi dengan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut diduga menjadi alasan Venezuela menyampaikan keberatan diplomatik kepada Teheran. Meski demikian, kedua negara belum memberikan penjelasan lebih jauh mengenai dampak hubungan bilateral setelah insiden tersebut.
Hubungan Caracas dan Teheran selama ini dikenal erat. Kedua negara memiliki kepentingan bersama sebagai negara penghasil minyak dan kerap berada dalam posisi berseberangan dengan kebijakan Amerika Serikat.
Hubungan Venezuela-Iran yang Telah Terjalin Lama
Kedekatan Venezuela dan Iran mulai menguat sejak pemerintahan Presiden Hugo Chavez pada 1999. Chavez yang membawa semangat anti-imperialisme mempererat hubungan dengan Teheran melalui kesamaan pandangan politik terhadap Amerika Serikat.
Selama tiga dekade terakhir, kedua negara membangun berbagai kerja sama di sektor energi, pertambangan, kesehatan, hingga pendidikan.
Saat Venezuela menghadapi krisis ekonomi berat pada 2020, Iran mengirim sekitar 1,5 juta barel bensin karena Caracas mengalami kesulitan mengolah minyak mentahnya sendiri.
Pada 2025, Teheran juga mengirim lebih dari dua juta dosis vaksin polio dan hepatitis ketika Venezuela mengalami hambatan dalam memperoleh obat-obatan akibat sanksi Amerika Serikat.
Masa Depan Aliansi Caracas dan Teheran
Kerenggangan terbaru antara Venezuela dan Iran berpotensi menjadi perubahan penting bagi hubungan kedua negara.
Pemerintahan baru Venezuela yang terbentuk setelah Amerika Serikat menggulingkan pemimpin sebelumnya, Nicolas Maduro, dalam operasi militer pada Januari lalu, disebut dapat mengambil pendekatan berbeda terhadap Teheran.
Langkah tersebut juga dinilai berkaitan dengan upaya Caracas untuk memperbaiki hubungan dengan Washington melalui kebijakan luar negeri yang lebih terbuka.
Redaksi Energi Juang News




