Sabtu, Agustus 8, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisDanantara Ungkap 274 BUMN telah Dipangkas

Danantara Ungkap 274 BUMN telah Dipangkas

Energi Juang News, Jakarta- Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menyatakan sebanyak 274 entitas BUMN telah dipangkas. Pemangkasan ini merupakan bagian dari program transformasi pengelolaan BUMN agar lebih ramping, efektif, dan efisien.

Hal itu dilaporkan Dony dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden pada Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan program transformasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah. Dalam kesempatan itu, Dony mengatakan program streamlining terus berjalan sesuai target.

“Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, result-nya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Dony menjelaskan, secara keseluruhan pemerintah menargetkan sebanyak 652 perusahaan akan disederhanakan. Dengan demikian, nantinya jumlah perusahaan BUMN yang tersisa sekitar 250 entitas.

“Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan,” ujar Dony.Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan sejumlah dampak positif transformasi yang mulai dirasakan di sejumlah BUMN. Salah satunya adalah perubahan strategi bisnis PT Pupuk Indonesia yang berhasil membukukan laba sebesar Rp 6,1 triliun pada enam bulan pertama tahun ini.

Lebih lanjut, Dony menjelaskan transformasi juga mulai mendorong peningkatan kapasitas produksi serta memperluas pasar ekspor industri pupuk nasional.

“Sekarang kita sudah membangun 8, memperbaiki 8 pabrik pupuk kita. Dan kita sudah mulai ekspor pupuk kita, bulan lalu ekspor perdana kita ke Australia. Jadi kita sudah menjadi eksportir pupuk sekarang,” ujar Dony.

Melalui transformasi yang terus dijalankan, BP BUMN bersama Danantara mendorong BUMN menjadi perusahaan yang lebih sehat, adaptif, dan berdaya saing. Penyederhanaan struktur perusahaan, penguatan strategi bisnis, serta peningkatan kinerja operasional diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Baca juga :  Defisit APBN 2025 Sentuh Rp204,2 Triliun, Sri Mulyani Beberkan Sebabnya

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments