Energi Juang News, Jakarta- Kepala Pelaksana BPBD Penajam Paser Utara (PPU), Nurlaila mengungkapkan adanya karhutla yang melanda sejumlah wilayah yang dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Di antaranya di Desa Bumi Harapan dan Bukit Raya.
Kebakaran itu pun dapat ditangani oleh petugas pemadam bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). BPBD PPU juga memastikan hingga kini belum ada dampak asap yang berasal dari karhutla PPU maupun wilayah Sepaku terhadap kawasan inti IKN.
“Di wilayah IKN juga ada, di Desa Bumi Harapan, Bukit Raya, tapi semua bisa di-handle sama teman-teman pemadam sama juga OIKN,” katanya.
“Untuk dampak asap yang langsung bersumber dari Kabupaten PPU sendiri atau Sepaku yang merupakan wilayah OIKN juga masih belum ada dampak asapnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah titik kebakaran seperti Bumi Harapan, Bukit Raya dan Sukaraja berada tidak terlalu jauh dari kawasan IKN. Namun, lokasi tersebut berada di luar kawasan inti pemerintahan.
“Kalau Bumi Harapan, Bukit Raya, Sukaraja itu tidak juga terlalu jauh, tapi memang di luar dari kawasan inti pemerintahan,” jelasnya.
Karhutla yang terjadi di wilayah PPU mayoritas pada lahan berupa semak belukar dan pepohonan. Nurlaila mengatakan sebagian kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Biasanya lahan semak belukar, pepohonan-pepohonan seperti itu,” katanya.
Menurutnya, karakteristik lahan di wilayah Sepaku yang mayoritas merupakan tanah mineral membuat proses pemadaman relatif lebih mudah dibandingkan lahan gambut. Ia menjelaskan lahan gambut membutuhkan penanganan lebih ekstra karena api dapat muncul dari bawah permukaan tanah.
“Sebagian besar Sepaku itu kan jenis lahannya mineral, jadi tidak terlalu sulit untuk dipadamkan,” ujarnya.
Redaksi Energi Juang News




