Senin, Agustus 24, 2026
spot_img
BerandaDaerahKebakaran Kampung Adat Sade Ancam Warisan Budaya, Pemprov NTB Lakukan Penyelamatan

Kebakaran Kampung Adat Sade Ancam Warisan Budaya, Pemprov NTB Lakukan Penyelamatan

Energi Juang News, Jakarta- Kebakaran Kampung Adat Sade mengancam jejak budaya yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat adat itu. Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) pun mulai mendata dan menyelamatkan artefak, pengetahuan, cerita, serta tradisi yang masih tersisa dari kobaran api.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan mengatakan langsung melakukan pengidentifikasian dan penyelamatan berbagai artefak budaya yang masih tersisa, termasuk mendokumentasikan pengetahuan, cerita, dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat adat Sade.

“Bagian terpenting adalah menyelamatkan artefak-artefak kebudayaan, termasuk cerita-cerita warga setempat,” ujar dia saat ditemui usai meninjau kondisi pascakebakaran Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Minggu (24/8/2026).

Ihwan menuturkan proses inventarisasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang terjadi terhadap benda-benda budaya maupun komponen budaya tak benda yang selama ini menjadi identitas Kampung Adat Sade. Setelah proses inventarisasi, Dinas Kebudayaan NTB akan menyusun langkah rekonstruksi dan perencanaan penataan ulang kawasan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, dan para tetua adat setempat.

“Kami mengajak masyarakat sebagai pemilik kebudayaan untuk berpikir bersama bagaimana langkah supaya Kampung Adat Sade tidak hilang mengingat kawasan ini terkenal secara internasional,” kata Ihwan.

Dia juga menyampaikan bahwa insiden kebakaran Desa Adat Sade pada Sabtu itu menjadi evaluasi sekaligus momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap aset budaya yang selama ini rentan terhadap bencana. Apalagi, insiden serupa juga menimpa Kampung Adat Bayan beberapa bulan lalu. Ihwan mengingatkan seluruh kampung adat agar memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana.

“Semua desa adat di Nusa Tenggara Barat perlu dilengkapi sistem pemadam kebakaran atau early warning system. Desa adat juga harus memiliki aparatur yang dilatih khusus untuk mitigasi bencana,” ujar Ihwan.

Baca juga :  MotoGP Mandalika Membawa Berkah atau Beban NTB?

Dinas Kebudayaan NTB juga mendorong dokumentasi menyeluruh terhadap benda-benda budaya, khususnya koleksi dan peralatan tenun yang menjadi identitas Kampung Adat Sade. Menurut Ihwan, pendokumentasian dan pembuatan replika artefak penting dilakukan agar warisan budaya tetap dapat dipulihkan apabila terjadi bencana serupa di masa mendatang.

“Dusun ini terkenal dengan tenun maka barang-barang yang berkaitan dengan tenun perlu dilakukan dokumentasi. Kemudian ditiru (buat replika) supaya kalau ada kebakaran seperti ini warta masih memiliki alat lain,” kata dia.

Akibat kebakaran itu, sebanyak 129 rumah tradisional Suku Sasak di di Desa Adat hangus. Bangunan yang terdampak bukan hanya rumah warga. Sejumlah fasilitas seperti masjid, museum, lapak UMKM, dan fasilitas umum juga dilaporkan ikut terbakar.

Sade merupakan kampung adat penting masyarakat Sasak. Kampung ini diperkirakan telah berusia sekitar 600 tahun dan disebut telah ada sejak sekitar abad ke-14.Sebelum kebakaran, Sade memiliki sekitar 200 rumah adat dan dihuni sekitar 700 orang yang masih berada dalam satu garis keturunan.

Dampaknya bukan hanya kerugian material. Rumah adat merupakan tempat berlangsungnya kehidupan, tradisi, menenun (nyesek), penyimpanan benda budaya, serta pewarisan pengetahuan masyarakat Sasak. Karena itu, kebakaran berpotensi menyebabkan hilangnya bagian dari warisan budaya dan memori kolektif masyarakat.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran itu. Dugaan sementara mengarah ke masalah kelistrikan/korsleting. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut ada kemungkinan kebakaran berkaitan dengan aliran listrik di salah satu bangunan. Namun ia menegaskan penyebabnya masih diinvestigasi.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments