Energi Juang News,Tangerang- Akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta karena erupsi gunung Anak Krakatau,7 mahasiswi itu justru kena tipu setelah membeli tiket bus melalui TikTok endingnya diantar polisi.
Namanya kangen rindu pulang kampung,saat mainin hape sambal berburu tiket murah,salah satu mahasiswa dapat tawaran tiket bus murah.
Kasus penipuan terjadi bermula terjadi penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik, kemudian mereka memutuskan untuk berangkat ke Padang via darat dengan mencari tiket bus.
Iseng iseng nyari tiket diskon mereka menemukan sebuah akun TikTok yang menjual tiket bus murah dan berkomunikasi via WhatsApp. Tanpa pikir panjang mereka langsung tancap gas pesan tujuh tiket sekaligus.
“Para korban tersebut selanjutnya melakukan transfer dengan total Rp 5,8 juta untuk pemesanan tiket perjalanan.” kata petugas.
Mungkin penipu ini sudah punya predikat “ulung” , hingga meyakinkan korban korbannya setor uang tanpa bukti pemesanan. Tanpa curiga dan dengan penuh keyakinan, para korban santai dan sibuk main hape mereka masing masing sambal menunggu arahan penipu.
Seperti konsumen biasa mereka menanyakan jadwal keberangkatan, tapi akun TikTok itu jawab chat nanti.. nanti ga jelas bikin pusing.
Penipu tidak memberikan kejelasan mengenai detil jadwal, boro boro kirim kirim foto tiket, jawab chat wa saja tidak. Macam gebetan putus mendadak karena ketahuan selingkuh.
Bahkan terduga pelaku penipuan itu malah memblokir nomor WhatsApp korban tanpa permisi.
Menyadari mereka tertipu, mahasiswi yang tranfer langsung bilang”Ketipu kita siss!” disambut gestur bertujuh nepuk jidat masing masing. Bergegas mereka langsung mendatangi Polsek Bandara Soekarno-Hatta untuk mengadukan kasus penipuan ini.
Mendapat laporan polisi yang bertugas langsung melakukan penyelidikan terkait dugaan penipuan tersebut. Dan kemudian diantar petugas ke terminal bus untuk melanjutkan perjalanan. Niat mereka naik bus sleeper,dengan nelayanan Bintang lima, berubah jadi numpang mobil polisi.
Ini bentuk respons kepolisian dalam memberikan pelayanan dan membantu Masyarakat khususnya yang hendak melakukan perjalanan udara terjadi gangguan, kata Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Di samping itu, petugas polisi juga membelikan tiket pulang menggunakan bus PO Lampung bagi 7 mahasiswi tersebut. Kalo sudah gini, siapa yang tekor dan repot?
Redaksi Energi Juang News




