Energi Juang News, Jakarta- Dugaan perundungan (bullying) di sekolah Insan Cendikia Madani (ICM) Tangerang Selatan, Banten sedang didalami polisi. Kasus itu diselidiki Unit Perlindungan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tangsel.
“LP (laporan polisi) sudah diterima oleh Satreskrim dan ditangani oleh Unit PPA,” kata Kapolres Tangsel, AKBP Boy Jumalolo, Selasa (29/9/2026).
Polisi telah meminta keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti. Dia mengatakan LP dibuat MP, kuasa hukum korban.
“Saat ini sedang dalam proses penyelidikan dan juga meminta keterangan dari para saksi dan korban,” katanya.
Dia mengatakan petugas masih melakukan serangkaian penyelidikan kasus dugaan perundungan yang terjadi pada Rabu (26/8) di saat kegiatan pramuka di lapangan sekolah ICM.
“Penyidik sedang bekerja dan mohon doanya agar segera terungkap peristiwanya. Untuk update perkara akan disampaikan selanjutnya,” ujarnya.
Siswa kelas 2 SMP di Insan Cendekia Madani (ICM), diduga menjadi korban perundungan yang dilakukan kakak kelasnya. Korban mengalami luka akibat bullying yang diduga dilakukan 6 orang senior korban.
“Korban kedua tangannya dipegang ke belakang, lalu mata hingga mulut ditutup dengan dasi pramuka (tersisa hidung yang terbuka) lalu ditindih hingga yang menyebabkan luka robek di telinganya lalu korban juga sempat dipukul oleh buku,” kata ayah korban saat dihubungi, Senin (28/9)
Dia menduga luka terbuka di kuping korban karena tertindih dan terkena ring kacu pramuka. Dia mengatakan bullying itu terjadi tiba-tiba setelah mereka bercanda saling lempar karet lapangan sintetis.
Dia mengatakan lokasi perundungan tersebut tak ter-cover pantauan CCTV sekolah. Kepada psikolog, korban mengatakan kasus perundungan itu diduga melibatkan anak wakil menteri (wamen).
“Orang tua salah satu pelaku yang tidak hadir itu merupakan salah satu wakil menteri. Yang mana anak beliau sangat menyebabkan trauma pada korban, berikut terlampir tulisan korban saat ke psikolog, yang disebut adalah anak dari wamen tersebut. Sayangnya hingga detik ini, beliau belum ada sama sekali menemui keluarga korban,” ungkapnya.
Redaksi Energi Juang News




