Energi Juang News, Jakarta – Empat Menteri dan 1 Wamen Kabinet Merah Putih masuk dalam jajaran pengurus PBNU periode 2026-2031 yang diumumkan di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam. Empat Menteri tersebut adalah Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sebagai Rais. Menteri Haji dan Umroh Irfan Yusuf (Gus Irfan) dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Nusron Wahid. Sedangkan wamen adalah Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro.
Gus Irfan diberikan amanah sebagai mustasyar bersama antara lain mantan Wapres KH. Ma’ruf Amin dan Jusuf Kalla, serta Ahmad Mustofa Bisri. Sedangkan Gus Ipul sebagai Wakil Ketua Umum bersama dan Juri Ardiantoro. Nasaruddin Umar ditunjuk sebagai Rais dan Nusron Wahid sebagai A’wan. Selain Nusron, terpilih sebagai A’wan antara lain Nasyirul Falah Amru (Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan), Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim), Herman Deru (Gubernur Sumsel) dan Agustiar Sabran (Gubernur Kalteng).
Sementara itu terpilih sebagai Sekjen PBNU adalah Gudfan Arif Ghofur alias Gus Gudfan didampingi dan Bendahara Umum Ainun Na’im. Sementara posisi bendahara umum (Bendum) akan diisi oleh Ainun Na’im yang didampingi tujuh orang bendahara.
Ketua Umum PBNU Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin menjelaskan pengurus PBNU masa khidmah 2026-2031 berjumlah 210 orang. Artinya lebih banyak 21 orang dibandingkan kepengurusan periode lalu yakni 189 orang. Gus Kikin mengungkapkan penambahan jumlah pengurus dilakukan untuk memperluas pemerataan dalam struktur organisasi, baik berdasarkan generasi maupun unsur organisasi..
“Ini dimaksudkan kita ingin ada pemerataan. Pemerataan dari semua jajaran, dari generasi-generasi yang awal sampai akhir. Kemudian dari seluruh jajaran lembaga-lembaga yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama, itu ada IPNU, PMII, maupun Ansor, itu kita seimbangkan,” ujar Gus Kikin.




