Energi Juang News, Jakarta- Pemotor mengalami kecelakaan justru dihadiahi bogem mentah oleh warga setelah kedapatan senjata tajam di balik pakaiannya diduga begal.
Awalnya, warga sekitar berniat menunjukkan aksi solidaritas khas Indonesia dengan berbondong-bondong datang untuk membantu mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Letjen Soeprapto, Johar Baru Jakpus.
Alih-alih menemukan surat kendaraan atau dompet, warga justru menemukan “suvenir” antimainstream berupa parang dan celurit yang disembunyikan di balik pakaian si pemotor.
Sontak saja, niat mulia warga yang tadinya ingin menolong langsung berubah 180 derajat menjadi mode SMACKDOWN.
Penemuan senjata tajam di siang bolong itu seketika memicu insting detektif warga, yang langsung menyimpulkan bahwa pemotor ini adalah begal yang sedang menyamar jadi pengendara biasa.
Tanpa perlu sidang pleno atau ketuk palu hakim, massa yang tersulut emosi langsung memberikan layanan “pijat refleksi” masal menggunakan bogem mentah hingga si pemotor babak belur di tempat.
Kecelakaan yang awalnya diprediksi hanya akan berakhir dengan perdebatan uang ganti rugi spakbor, justru ditutup dengan drama komedi gelap.
Si pemotor mungkin lupa bahwa warga Jakarta Pusat memiliki radar yang sangat sensitif terhadap benda tajam mencurigakan.
Alhasil, ia harus pulang membawa tubuh yang penuh lebam, sekaligus pelajaran berharga bahwa membawa parang saat berkendara sama sekali tidak membantu.
Beruntung ada aparat TNI berhasil mengamankan pemotor dari amukan massa, kalau terlambat nyawa pemotor mungkin sudah kabur dari jasadnya.
Redaksi Energi Juang News




