Energi Juang News, Jakarta – Ribuan sepeda motor listrik berjajar di kawasan berdebu yang dipenuhi puing bangunan dan material bekas konstruksi, viral di media sosial hari Minggu (18/10/2026). Lokasi dan waktu perekaman video yang beredar belum dapat dipastikan secara independen.
Namun ada yang menyebutkan lokasinya berada Kawasan industri Sentul, Jawa Barat. Ribuan motor listrik tesebut disebutkan untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan hasil penyidikan Kejaksaan Agung, pengadaan motor listrik untuk BGN pada periode 2025-2026 mencakup sebanyak 19.269 unit kendaraan. Jumlah tersebut terdiri atas 13.155 unit motor listrik jenis trail dan 6.114 unit motor listrik jenis skuter atau bebek.
Temuan tersebut terungkap dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan motor listrik MBG yang ditangani Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer. Berdasarkan hasil audit kerugian keuangan negara, proyek tersebut menimbulkan kerugian negara mencapai Rp863,8 miliar. Nilai kontrak pengadaan kendaraan listrik itu sendiri tercatat sekitar Rp1,03 triliun.
Pengadaan dikerjakan oleh sebuah vendor untuk mendukung operasional distribusi program MBG di berbagai daerah. Awal Oktober lalu. Kejaksaan Agung menetapkan tiga tersangka baru dalam klaster pengadaan motor listrik. Penetapan itu memperluas jumlah tersangka dalam klaster tersebut menjadi lima orang. Tiga tersangka baru itu adalah YY selaku Direktur PT YAT, serta AA dan GB yang sama-sama menjabat sebagai Direktur PT ASE.
Saat ini para tersangka beserta barang bukti telah dilimpahkan ke tim penuntut umum untuk menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Sementara itu, nasib ribuan motor listrik yang menumpuk di Sentul akan ditentukan setelah perkara berkekuatan hukum tetap.




