Energi Juang News,Jakarta- Data terbaru dari IMF edisi Oktober 2026 menyatakan ekonomi Indonesia di peringkat ke-7 dunia berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) alias Paritas Daya Beli langsung bikin bangga Presiden Prabowo.
Kita berada di posisi ke-7, persis di bawah Jerman dan di atas Brasil. Sementara Inggris? Wah, mereka sudah jauh kita asapi di belakang.
Presiden Prabowo Subianto bahkan dengan bangga berseru di mimbar, “We are strong! We are rich!”
Kabar mengejutkan bin membingungkan ini dengan alasan kemampuan bertahan hidup warga kita dengan modal tipis inilah yang membuat IMF angkat topi.
Bagi yang bingung kenapa tiba-tiba Indonesia bisa sekuat ini, jawaban sederhananya PPP ini menghitung ukuran ekonomi bukan dari gengsi mata uang, melainkan dari seberapa banyak barang yang bisa anda beli dengan uang Anda.
Namun bagi masyarakat bawah, mereka tidak butuh pengakuan dari IMF bahwa mereka “kaya secara teori”.
Yang mereka butuhkan adalah harga minyak goreng yang bersahabat, tarif listrik yang tidak bikin jantungan setiap bulan, dan lowongan kerja yang tidak meminta syarat “usia maksimal 22 tahun dengan pengalaman kerja 10 tahun”.
Jadi, sembari menunggu aliran kekayaan peringkat ke-7 dunia ini menetes sampai ke dompet kita masing-masing, mari kita tetap mempertahankan gelar asli kita Juara Dunia Bertahan Hidup dengan Gaji Pas-pasan.




