Energi Juang News,Medan- Seorang Konten Kreator sengaja menistakan agama demi lepas dari lilitan utang endingnya berurusan dengan tim patroli siber Polda Sumut.
Alih-alih mencari kerja memeras keringat dan memutar otak demi melunasi utang, seorang konten kreator asal Medan bernama Ritman Marbun justru menemukan “jalur ekspres” yang sangat anti-mainstream.
Ia diduga sengaja memancing keributan saat siaran langsung di TikTok dengan melontarkan kalimat yang menistakan agama.
Dalam peta pemikiran sang Konten kreator asal Medan bernama Ritman Marbun,Tampaknya, hotel prodeo adalah tempat liburan terbaik untuk lari dari kejaran penagih utang.
Logikanya cukup sederhana namun menggelitik: di dalam penjara dan fasilitas makan dan tempat tinggal sudah dijamin gratis oleh negara.
Dan ini hal yang paling penting, para debt collector dipastikan tidak akan bisa lolos dari penjagaan ketat sipir hanya untuk menagih tunggakan.
Sayangnya, “kontrak kerja” barunya di balik jeruji besi ini harus dibayar dengan harga yang cukup mahal.
Selain kehilangan kebebasan, polisi juga menyita seluruh aset operasional digitalnya mulai dari ponsel hingga tripod, bahkan termasuk seragam dinas live-nya berupa kemeja putih dan celana pendek merah.
Redaksi Energi Juang News




