Energi Juang News,Jakarta- Pembongkaran lapak semi permanen dibuat mundur teratur usai diwarnai aksi protes emak-emak, ketika petugas Satpol PP dan pasukan oranye PPSU hendak membongkarnya.
Saat petugas sudah siap-siap mau membongkar, rombongan emak-emak langsung pasang badan sambil ngamuk-ngamuk.
Mereka tidak terima bangunan itu disamakan dengan lapak narkoba, melainkan tempat berkumpul warga untuk acara hajatan serta kegiatan kemasyarakatan.
Penertiban yang berlangsung pada Senin, 2 November 2026 ini digelar hanya berselang sehari setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan besar-besaran di kawasan yang dikenal sebagai salah satu sarang narkoba tersebut.
Meski proyek pembongkaran “gedung hajatan” harus tertunda akibat intervensi emak-emak, petugas tetap lanjut meratakan lapak-lapak liar lainnya di sepanjang rel kereta.
Yang bikin geleng-geleng kepala, di antara puing-puing lapak yang berhasil dibersihkan, petugas justru menemukan alat hisap sabu (bong) rakitan dari botol air mineral bekas.
Terkait kondisi ini, Pihak kepolisian berkomitmen untuk menggandeng PT KAI selaku pemilik lahan serta pemerintah daerah guna melakukan penataan lingkungan secara fundamental.
Segera perbaiki kerusakan sekecil apa pun sebelum kawasannya makin amburadul ditunggangi oknum luar kota yang menyamar jadi pemulung demi bisa pesta narkoba berjamaah.
Redaksi Energi Juang News




