Energi Juang News,Lamongan- Jangan lupa pepatah kuno mengatakan: “Kesempatan tidak datang dua kali, tapi maling perhiasan bisa datang kapan saja kalau kita meleng!”
Baru-baru ini nasib apes bin dongkol baru saja menimpa sebuah toko emas di kawasan Pasar Tingkat Lamongan pada September 2026 ini.
Akibat meleng sedikit saja, sebuah kalung emas seberat 19,9 gram sukses raib digondol emak-emak yang punya bakat terpendam tapi bikin kesel.
Awalnya, suasana Toko Emas Eka Dwi di Pasar Tingkat Lamongan Blok B, Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Temenggungan, Kabupaten Lamongan berjalan seperti biasa. dua orang pelaku perempuan mendatangi toko emas tersebut dengan modus berpura-pura sebagai pembeli biasa.
Penampilannya sangat meyakinkan sebagai pembeli kelas kakap. Mereka melihat-lihat perhiasan, menunjuk sana-sini, dan bertanya dengan gaya seolah-olah isi dompetnya tebal tak berseri.
Penjaga toko yang telanjur semringah bakal dapat omzet gede langsung mengeluarkan koleksi terbaiknya. Salah satunya adalah kalung emas montok seberat hampir 20 gram.
Nah, di sinilah jurus mantra “Tatap Mata Ojan” dimulai membuat penjaga toko lengah. Dan pelaku lain dengan gerakan secepat kilat langsung mengantongi kalung tersebut.
Bukannya bayar ke kasir, kedua emak-emak misterius ini malah pamit undur diri dengan alasan “mau mikir-mikir dulu”.
Ya jelas mikir, rek, mikir keras “gimana caranya kabur tanpa ketahuan!”
Begitu mereka hilang di keramaian pasar, barulah mantra ke penjaga tokomemudar, sadar kalau stok kalungnya berkurang satu. Pas dicek, lhadalah, kalung emas 19,9 gram sudah melayang tanpa permisi alias raib.
Akibat insiden tersebut, pemilik toko mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp25 juta.
Aksi nekat dua perempuan ini pun langsung viral setelah rekaman CCTV dan informasinya menyebar di media sosial lokal. Ada yang gemas, ada juga yang berkomentar kalau akting kedua pelaku ini harusnya diganjar piala penghargaan, tapi penghargaan borgol dan tinggal sementara di sel tahanan Polisi.
Pihak Polres Lamongan yang menerima laporan ini langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Polisi juga langsung menyisir area pertokoan emas di Pasar Kota Lamongan untuk membagikan “tips antiribet” bagi para pedagang: jangan pernah membiarkan barang berharga lepas dari pengawasan, dan ojo lali pasang mata ekstra kalau ada pembeli yang tanyanya terlalu banyak tapi tangannya gerilya!
Pembeli adalah raja, tapi kalau rajanya bawa kabur kalung 19 gram tanpa bayar, itu namanya raja tega! Tetap waspada, jangan lupa selalu cek CCTV dan jangan gampang terpesona sama gaya pembeli yang mencurigakan…Wasspadalaah!!




