Energi Juang News,Jakarta- Aksi spionase canggih yang melibatkan mantan Kapolri bekerjasama dengan seorang Ketua Umum Partai Politik “papan atas” dan loyalis geng solo. yang juga merangkap sebagai menteri, menjadi perhatian publik.
Ciri-cirinya? Katanya, sang Ketum memiliki “kedekatan emosional khusus dengan lingkaran Solo.” Wah, apakah ini artinya kalau beliau ditanya alamat rumah, jawabannya selalu “Dekat Solo, belok kiri dikit”? Kita tidak tahu.
Menurut analisis intelijen Sri Rajasa, penyadapan terhadap kepala negara ini bukan sekadar pelanggaran siber, melainkan itikat makar dan pengkhianatan terbesar dengan sasaran akhir merongrong kewibawaan pemerintah hingga menumbangkan Presiden Prabowo Subianto.
Melihat kegaduhan ini, Mabes Polri lewat Karo Penmas-nya, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, langsung pasang badan dengan gaya khas pejabat yang super irit bicara. “Terima kasih informasinya, ini masih diselidiki,” ujarnya.
Ketika ditanya dari mana alat sadapnya dan dari mana dana operasinya mengalir, Pak Trunoyudo memilih mode silent. Publik diminta bersabar demi menjaga akuntabilitas hukum. Intinya: Harap tenang, ini ujian.
Namun, namanya juga hukum, selalu ada versi hulu dan hilir. Di sisi hulu (fakta hukum), Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bergerak cepat dengan menetapkan tersangka baru dari internal mereka sendiri, yaitu Irjen Pol Slamet Uliandi.
Mantan anggota BIN, Sri Rajasa, sampai ikutan angkat bicara di sebuah podcast.
Beliau gemas melihat Bareskrim yang awalnya condong memakai pasal UU ITE biasa.
Mantan anggota BIN Sri Rajasa, menyadap kepala negara itu sudah masuk kategori niat makar dan pengkhianatan terbesar abad ini. Targetnya tidak main-main yaitu merongrong kewibawaan pemerintah hingga mencoba menumbangkan sang Presiden.
Rantai penangkapan ini pun mulai ditarik-tarik jalurnya ke figur-figur besar: dari mantan Presiden Jokowi, pengacara kondang berinisial MR, sampai aliansi menteri elit di ring satu istana.
Sementara itu, kita sebagai rakyat jelata hanya bisa mengamankan ponsel masing-masing.
Siapa tahu, jangankan presiden, isi chat kita yang cuma berisi tagihan paylater dan cod tebus murah swalayan ternyata diam-diam juga sedang diincar agen rahasia.
Tetap waspadalaaah !
Redaksi Energi Juang News




